Sedari pagi dia sudah menyiapkan tekad mengucapkan kata-kata itu. Sedari pagi dia bahkan sudah membaca lagi postingan seorang teman di akun facebook tentang kisah Salman Al Farisi, tentang cintanya yang dia serahkan kepada sahabatnya Abu Dzar. Sedari pagi bahkan dia kembali meyakinkan diri bahwa inilah takdir terbaik yang Allah berikan padanya. Sedari pagi Ahmad saudara tanpa talian darahnya itu kelihatan sangat bahagia, senyum yang dia beri tak pernah seindah itu sebelumnya.
Dan kini dia melihat lagi saudaranya itu di seberang sana masih menghias wajah dengan senyumnya. Kini, dengan bermodal kemeja berlapis jas hitam dan sepatu pantofel dia melangkah mendekat. Di sana ada sahabatnya dan seorang bapak penghulu beserta para saksi. Mitsaqan gholizah, sakral dan hikmat. Hingga beberapa detik berlalu "Sah..." sahutan beberapa saksi menyadarkannya bahwa baru saja ia mengucapkan Ijab Qobul. Arsy bergetar,menggetar pula dadanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar