Kau tahu, sebelum kepakan sayapmu menghampiriku
Kejahiliaan begitu buas menyelimutiku
Begitu banyak gugatan yang kulontarkan kepada Sang Pemberi Hidup
Namun, saat sayap kecilmu menghampiri,
Perlahan menaungi dan akhirnya mengajakku terbang.
Aku tersadar, betapa nikmat perjalanan yang kau tawarkan padaku
Akupun terlarut, perlahan kulepaskan jubah kejahiliaanku
Menyambut indahnya mahkota hidayahNya,,
Terkadang malah beban yang kutambahkan di sela-sela sayapmu begitu berat
Dan kaupun harus berhenti sejenak di antara ranting-ranting dahan kering
Mungkin engkau sedang mengumpulkan kekuatan untuk kembali membawaku
Karena kutahu, kau tak akan pernah meninggalkanku sedetikpun.
Sayap-sayap indah itu kau kepakkan lagi dan lagi
Kembali menuntunku setiap hari tanpa lelah
Aku baru sadar ternyata kau sedang membawaku melewati jalan menuju-Nya
Dengan cintamu, kesabaranmu, kemaafanmu atas segala salahku
Dan dengan sejuta Rabithah di setiap helaan nafasmu, kau rengkuh aku
Kau begitu kuat,
Kau begitu perkasa,
Kaulah kupu-kupu cintaku,
Murobbiku...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar