Tahukah kamu perihal angin yang menerbangkan mimpi-mimpi?
Kini ia tengah menari-nari dalam kotak hati
Meninggalkan jejak berbagai mimpi yang coba kita rangkai di waktu dulu
Kemudian memakunya
Sakit memang sebab mimpi-mimpi itu kini hanya jadi prasasti di sanubari
Apa yang selalu suka kukenang perihal kita?
Adalah berlembar-lembar mimpi yang telah kita pahat pada kulit pohon pinus
Lalu mengucapkan mantra dalam pejaman mata
Semoga esok ketika dewasa, mimpi itu hadir menghampiri kita
Lalu, satu tanya yang selalu merongrong kesadaranku
Bahwa pernahkah angin mimpi sekali saja singgah di hatimu lagi?
Mengetuk isi mimpi di kepalamu
Menyatukan kembali puzzle mimpi yang pernah kita rajut bersama
Perihal aku dan kamu yang menjadi kita
Pernahkah?
r.i.a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar