Ketika kutahu kau akan pergi, jiwaku yang sedang rapuh seketika menangis dan hanya mampu berbisik dalam hati "Jangan pergi, jangan pergi" berkali-kali. Namun sungguh ironis. Aku malah memasang wajah ceria dengan senyum cemerlang yang dibuat-buat dan berkata "Pergilah, temui takdirmu. Aku tak usah kau khawatirkan." Lalu justru itulah yang sekarang aku inginkan. Aku ingin kau mengkhawatirkan seberapa menderitanya aku karena telah menabung jutaan rindu yang telah tumpah-tumpah di dada. Membuat segalanya menjadi perih, nafas yang tercekat, jantung yang seolah tak kuasa berdetak dan pandangan nanar melihat kenyataan bahwa kau sudah tidak ada di sini lagi.
r.i.a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar