Suatu hari sehabis sholat berjamaah berdua dengan seorang Ummi di sebuah pesantren. Dengan menahan-nahan air mata untuk jatuh (lagi). Lagi? Iyyah, karena kemarin-kemarinnya puncak dari kemewekan saya yang kalau masih diingat sih kadang masih sesak.
Saya bilang begini sama Ummi
"Ummi, orang-orang di sini kuat-kuat yah. Kok saya kayak lemah sekali di antara mereka. Ummi, ria harus bagaimana?" dan mengalirlah curhatan saya yang gag panjang-panjang amat sih karena takut air mata saya jebol. Hehe, cengeng beudh gue yak.
Lalu ummi bilang gini
"Ria harus sabar dan yakin bahwa ini adalah yang terbaik dari Allah. Bisa jadi, dengan di sini salah satu doa ria terkabul." Lalu saya mikir kerasssss sekali, doa saya yang mana yang dikabulkan Allah? Lah, hampir setiap hari di sini saya kayak mau nangis saja. Bahkan mau melarikan diri (ihhhh ketahuan) 😝😝
"Iyyah, karena kita kadang tidak tahu, doa kita yang mana, atau doa orang yang mana untuk kita yang terkabul sehingga kita diperjalankan Allah ke suatu tempat." Ummi seperti membaca pikiran saya yang masih merenung.
"Jangan salah, kalau misalnya ria menganggap bahwa ini semua beban. Bukan, ini bukan beban. Ini adalah salah satu cara Allah untuk menguatkan. Menguatkan ummi-ummi di sini"
Maka saya teringat dengan doa yang hampir tak pernah luput dalam sujud "Allah kuatkan hamba, Allah kuatkan hamba"
Lalu, apa dengan berdoa seperti itu lantas bisa langsung kuat? NOOOO... Kamu harus melewati banyak ujian, memikul banyak beban, ditempa banyak rasa (cemas, takut, sesak, sedih, kecewa, marah, dll). Barulah kamu setelah lulus dari itu semua menuai sesuatu yang namanya "strong"
Selain itu, kamu harus bisa keluar dari zona nyamanmu. Selama ini, saya hidup di antara orang-orang baik. Yang suaranya lembut, sikapnya baik sekali, setiap hari bareng mereka saya bisa bebas berhaha hihi. Bebas jadi diri sendiri.
Dan keluar dari sana. Bertemu dengan orang baru. Dengan orang yang suaranya keras banget (sumpah, hati saya dulu rapuh betul ketemu sama orang kayak gini, kayak dimakan setiap hari hiks). Ketemu sama tipe manusia yang suka melempar kata-kata pedas (gag sepedas mie pedas level 10 sih) tapi bikin jantung deg deg an, bukan karena jatuh cinta yek, tapi perasaan yang kayak diperas peras. Duh, curhat bu? Dan pelakunya adalah anak-anak. Tambah kerdil gueh.
Nah, kira-kira begitulah hukum doa berlaku. Sunnahtullah gays, gag instan juga. Kayak kamu minta uang yang banyak, yah usaha dulu. Kayak, kamu minta jodoh, yah jemputlah ehmmm.
Tapi satu yang pasti Allah Maha Mengabulkan. Minta aja terus, minta aja lagi, minta minta minta sama Allah. Dan yakin saja kalau di tempatmu sekarang berdiri adalah salah satu proses yang harus kamu lalui untuk menuju doamu itu. Atau bisa jadi, kamu sedang berdiri di atas doamu yang telah terkabul.
Yah karena ternyata bukan doa yang kita panjatkan saja yang akan balik sama kita. Tapi ada doa doa orang baik juga yang terselip, maka jangan ragu minta didoakan.
Seperti kalau ada yang lagi safar, saya suka minta oleh-oleh. Oleh-olehnya apa? Do'a. Suatu hari teman saya nanya "Loh, kok oleh-oleh do'a, yang lain kek"
"Lu kayak orang kaya aja mau beliin gue macam-macam. Doain ajalah, kan do'a orang yang lagi safar itu makbul, kudu diijabah sama Allah"
Atau saya bilang gini
"Wah, lagi jalan-jalan. Oleh-oleh yah. Satu karung. Isinya doa semua. Macam-macam, pokoknya mereknya ada nama saya di dalamnya"
As simple like that. Makanya, kalau mau mengeluh kenapa Allah kirim saya ke sini? Di sini hanya ada bla bla bla. Ingat lagi sama pesan ummi "Mungkin itu adalah jawaban atas doa doamu. Berprasangka baik sama Allah. Allah sesuai prasangka hambaNya"
r.i.a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar