Rabu, 02 Desember 2015

Dik, Kukisahkan Tentang Robert Davilla

Dik, Kukisahkan Tentang Robert Davilla
Dik, bagaimana kabarmu? Gundahmu sudah sembuhkah? Pencarian jati dirimu sudah kau temukankah? Aku rindu ceritamu, cerita tentang petualanganmu, cerita tentang kejahilan, kebodohan dan kegilaanmu dan semua yang selalu kau ceritakan yang membuat suasana berisik hingga tengah malam. Tapi hari ini aku lebih rindu ingin bercerita padamu. Sudahkah kau dengar cerita tentang Robert Davilla? Apa kau kenal? Tidak? Akupun sebenarnya tidak, tapi aku baru saja mendengar kisah tentangnya. Mau kuceritakan? Baiklah dengarkan baik-baik.
Dik, Robert Davilla adalah seorang anak dari keluarga petani di sebuah kota yang berjarak sekitar 40 menit dari Fort Wort. Kau tahu di mana itu? Salah satu tempat di Amerika, jauh yah? Tapi di sinilah kisahnya bermula. Dia seorang pemuda berumur 30 tahun yang hidup sehari-harinya berada dalam sebuah bilik kamar di sebuah Bandar seperti sebuah tempat penjagaan. Dia mengidap sebuah penyakit genetik yang membuatnya lumpuh dari leher sampai kaki yang membuat tubuhnya tidak seperti kebanyakan pria dewasa. Dia tinggal di sana bersama beberapa orang dan kebanyakan orang tua berusia 90 dan 100 tahun. Sudah sepuluh tahun dia di sana dan orang tuanya membelikannya sebuah komputer yang bisa dia operasikan dengan suaranya, yah saya sudah jelaskan di atas dia mengidap penyakit genetik dan seluruh tubuhnya lumpuh kecuali leher ke atas. Dengan komputer itu dia bisa mengakses dan melihat dunia di luar kamarnya.
Dik, Robert Davilla berasal dari keluarga yang sangat kuat memegang agama Kristiani, dan setiap minggu seorang pendeta akan datang ke kamarnya untuk bersembahyang dengannya. Kamu tahu, dia juga mempunyai seorang sahabat layaknya persahabatan kita. Sahabatnya itu tinggal di bilik sebelah dan dia juga mengidap penyakit dan memerlukan sebuah hati yang baru. Sahabatnya itu sedang menunggu untuk transplantasi hati dan mereka berdua sering bercerita tentang agama dan Tuhan.
Suatu hari sahabatnya itu mendapatkan donor hati dan dia sangat senang. Dia berkata kepada Robert "Robert, saya akan merindukanmu tetapi saya harus pergi". Akhirnya pergilah sahabatnya itu untuk bedah transplantasi hati namun sahabatnya itu meninggal di atas meja bedah. Sahabatnya juga adalah seorang Kristiani yang taat. Dia memiliki kalung salib yang selalu dia pakai di lehernya dan pada saat dia meninggal kakaknya memberikan kalung itu kepada Robert sebagai kenang-kenangan dan Robert menyimpannya, menggantungnya di kamarnya.
Dik, Robert Davilla walaupun hidupnya seperti itu dia sangat bahagia, dia sederhana dan dia menikmati hidupnya. Pada suatu malam saat dia tidur, dia bertemu dengan seorang laki-laki. Laki-laki itu memberitahu bahwa namanya adalah Muhammad. Sambil menuding ke arah kalung dari sahabatnya, dia memberitahu bahwa Tuhan tidak mengutus Rasul itu untuk disembah tetapi Tuhan mengutus Rasul untuk menyembah Tuhan. Dan Yesus hanyalah seorang manusia biasa yang pergi ke pasar dan ikut makan. Dan mimpi itu pun berakhir.
Dik, Robert mengetahui dari mimpinya bahwa Yesus hanyalah seorang manusia biasa dan manusia bernama Muhammad memberitahu perkara itu kepadanya. Dia tahu bahwa Rasul hanya diutus untuk menyembah Tuhan bukan untuk menyembah Rasul itu. Itu saja yang dia tahu dari mimpinya. Timbul rasa penasaran dan ingin tahu yang luar biasa dalam dirinya, jadi dia mulai 'googling' nama Muhammad. Dia menemukan 'Islam' yang begitu indah. Dia lantas dengan mantap mengucapkan syahadat. Setelah mengucapkan syahadat dia ingin mempelajari Al-qur'an. Dia akhirnya mencari seseorang lewat chat untuk mengajarinya membaca Al-qur'an dan dia menemukan seorang saudara dari Mesir dan mereka berkomunikasi melalui skype untuk belajar bahasa Arab. Diapun belajar abjad Arab dan seterusnya mempelajari Al-Qur'an. Hasilnya, dia dapat menghafalkan sepuluh surah di rumah penjagaan itu. Dia sudah mengenal surah-surah, mengenal Rasulullah tapi dia ingin memahami isi Al-Qur'an. Jadi dia mulai googling lagi tentang cara-cara memahami Al-Qur'an dan dia menemukan video-video yang dibawakan oleh seorang Ustadz di Amerika yang bernama Nouman Ali Khan. Kemudian ia menonton semua video-video Ustadz Nouman Ali Khan.
Dik, di rumah penjagaan itu ada seorang pekerja dari Mesir yang pekerjaan sehari-harinya memperbaiki apa saja di rumah itu. Lelaki ini punya kisahnya sendiri. Kau tahu, dia seorang Muslim yang keimanannya semakin memudar. Jarak masjid dari rumahnya hanya sepelemparan batu, tapi dia tidak lagi ikut sholat berjamaah. Diapun merasa kekurangan rohani lalu dia ke gereja untuk merasa dekat dengan Allah. Dia dilahirkan dari keluarga Muslim dan dia ke gereja semata-mata untuk dekat kepada Allah? Subhanallah.
Suatu hari dia berjalan di depan kamar Robert dan dia mendengar bacaan "Wal ashri, innal insaana lafihusri". Dan dia masuk ke dalam kamar Robert dan bertanya "Apa yang baru saja saya dengar? apa kamu juga mendengarnya?". Robert berkata "Tidak ada apa-apa, saya hanya membaca beberapa ayat".
Pekerja itu kaget dan bertanya lagi "Apa kamu seorang Muslim?"
"Ya" jawab Robert "Alhamdulillah saya sudah menjadi seorang Muslim"
Dan pekerja itupun sangat terkejut, dalam benaknya dia heran bagaimana Allah memberi petunjuk kepada seseorang yang berada di tengah-tengah Bandar yang bersalib bahkan di Amerika yang minoritas Muslim dan hey lihat lelaki ini bahkan tidak bisa bergerak barang sejengkal pun. Si pekerja ini akhirnya berkata dia ingin kembali kepada Allah, dia bahkan kembali mendapat jati dirinya sebagai seorang Muslim melalui Robert. MaasyaaAllah.
Dik, kau lihat begitu sempurna rencana Allah. Robert memberitahu kawan barunya ini tentang seseorang yang memberinya banyak ilmu agama yaitu Ustad Nouman Ali Khan melalui youtube. Laki-laki Mesir ini kemudian mulai juga menonton video-video Nouman Ali Khan dan dia berkata saya sangat ingin bertemu dengan Ustadz ini suatu hari nanti. Robert berkata "Ya, saya berdo'a untukmu". Dan kau tahu dik disinilah keajaiban yang lagi-lagi Allah tunjukkan. Lima tahun kemudian orang Mesir ini mendatangi sebuah mesjid menjalankan sholat Jumat berjamaah dan disana dia sangat bersyukur Allah mengabulkan doanya dan doa Robert sebab yang mengisi Khutbah Jumat pada hari itu adalah Ustadz Nouman Ali Khan yang setelah empat tahun baru sekali itu lagi berkhutbah disana oleh permintaan pengurus masjid yang datang menjemputnya di rumahnya sebab Ustadz Nouman Ali Khan bukanlah penduduk di situ. Selesai sholat Jumat orang Mesir ini mendatangi Ustadz Nouman dan berkata "Allah telah mengabulkan doa saya dan doa sahabat saya" Ustadz Nouman bertanya "Apakah do'amu?". "Bahwa Allah akan mempertemukan Ustadz Nouman Ali Khan dengan Robert Davilla". " Saya?" kaget Ustadz Nouman. "Iya". "Mmm apakah kau Robert Davilla?". "Bukan, tapi kawan saya". Dan mulailah orang Mesir ini bercerita tentang perjalanan Robert bertemu Islam dan membuat si pria ini juga akhirnya kembali kepada Islam dengan benar.
Dik, ini adalah kekuatan do'a. Ustadz Nouman akhirnya bertandang ke rumah penjagaan itu menemui Robert Davilla bersama beberapa orang temannya. Sesampainya di sana para pekerja-pekerja di pusat penjagaan merasa terkejut bagaimana seorang Nouman Ali Khan, yang notabebe seorang ustadz ingin menemui Robert. Mereka pun bertanya kenapa mereka ingin bertemu Robert. Ustadz Nouman berkata "Dia adalah inspirasi kami". Sederhana, dan akhirnya mereka dibolehkan menemui Robert. Robert begitu terkejut dan Ustadz bertanya "Apakah betul kamu sudah menghafal beberapa surah Al-Qur'an?". "Ya" jawabnya. "Dapatkah kau membacakannya untukku?". Lalu Robert membaca surah Al Asr dan satu persatu yang hadir di sana menangis haru. Tak ada yang tidak menangis. Air mata mereka berlinangan. Jadi Dik, ketika seseorang kembali kepada Allah, jangan risau bagaimana caranya. Dia akan membimbing siapapun. Dia akan menunjukkan jalanNya. Hijrah sesuatu yang indah bukan?
Dik, masih ada kisah Robert yang ingin kusampaikan padamu sebab kau masih muda, kuat, energik, bahkan beberapa gunung telah kau taklukkan. Dengarkan baik-baik. Saya sudah cerita bahwa Robert telah lumpuh dari kecil dari lehernya sampai kakinya. Dan ini kisahnya, dia memiliki sebuah kursi roda khas yang menopang seluruh tubuhnya agar tidak bergerak. Kursi itu seperti memegang lehernya sampai kaki,semua bagian tubuhnya ada pegangannya. Karena kau tahu dia tidak bisa menopang badannya sendiri. Dan dia juga memerlukan sebuah mobil khusus yang harusnya bisa menahan kursi roda itu sehingga jika Robert menaikinya tidak akan melukai tubuhnya saat terhentak atau bergoyang dalam perjalanan. Dan, suatu hari di hari Jumat, dia memohon agar diantar ke masjid untuk Sholat Jumat. Mereka tidak memiliki mobil khusus seperti itu dan harus memakai mobil biasa. Apa yang terjadi dik? Dalam perjalanan, mobil itu melewati beberapa jalan yang berlekuk menyebabkan tulang belakang Robert semakin parah. Dia menunaikan sholat Jumat dan pulang dengan kesakitan. Orang-orang berkata kepadanya bahwa dia tidak boleh lagi duduk di atas kursi roda itu dan harus berbaring di atas tempat tidur selama enam bulan lamanya atau sekurang-kurangnya hingga dia pulih kembali. Dia bertemu dengan Ustadz idolanya itu setelah tiga bulan beristirahat. Dia tidak bersedih, dia bercerita kepada ustadz Nouman bahwa dia tidak pernah merasa berada dalam keadaan yang tenteram, damai dan tenang selepas sholat Jumat pertamanya itu di masjid. Dan dia berkata lagi "Ustadz tahu apa yang ingin saya lakukan setelah pulih? saya ingin menaiki mobil itu lagi dan pergi lagi ke masjid menunaikan sholat Jumat. Saya ingin kembali ke masjid karena saya tidak pernah merasakan keadaan seperti itu selain di masjid". Itu yang didapat bagi seseorang yang tidak memiliki apa-apa kecuali mata dan mulut yang masih berfungsi, sebuah kedamaiman atas keimanan yang sempurnah. Dia hanya mencintai masjid, mencintai Al-Qur'an, mencintai Allah Sang Pemilik Raga.
Dik, jika Allah boleh memberi petunjuk kepada Robert Davilla, tentu dia boleh memberi petunjuk kepada siapa saja. Kadang ketika kita kehilangan sedikit kenikmatan kita akan bertanya kenapa Allah memberi cobaan seperti ini. Lihatlah Robert Davilla dik, jika kita merasa kasihan melihat penderitannya, jika ada orang yang boleh kemudian berkata bahwa dia tidak percaya Tuhan, maka orang itu pastilah Robert. Dia akan berkata "Aku tidak percaya Tuhan, jika Tuhan itu ada kenapa aku ada dalam keadaan begini" Tapi dia tidak begitu, dia sangat bersyukur dengan hidupnya sekarang dan Ustadz Nouman berkata dia belum pernah bertemu dengan orang yang lebih bercahaya selain dia. Yang sangat bersyukur dan Ustadz Nouman sudah menganggapnya guru baginya. Bahwa Robert memberi inspirasi baginya. Seorang idola yang kemudian balik mengidolakan fansnya. Bahkan dalam beberapa khutbah setelah itu Ustadz Nouman mengutip dari surah-surah yang dibacakan oleh Robert dan mereka sudah menjadi akrab dan berencana akan berkunjung pada setiap hari raya ke rumah penjagaan itu menemui Robert.
Jadi dik, petunjuk itu ada sekeliling kita. Tidak perlu risau tentang sesuatu yang tidak ada. Allah mengatur segalanya. Rezekimu, hidup dan matimu ada dalam genggamannya. Kau tahu apa yang terjadi dengan pemuda Kahfi? Pemuda beriman yang tidur di dalam gua, ketika matahari terbit dari timur Allah akan membalikkan tubuh mereka, dan jika terbenam Allah membalikkan lagi tubuh mereka hingga tidak diterpa sinarnya. Allah yang memandu kita ketika kita tidur dik, berdoalah. Jika ketika tidur saja Allah memandu kita apalagi saat kita bangun dik. Dan begitulah Allah memberi petunjuk bagi siapa saja yang dikehendakinya. Dan janganlah kau risau bagaimana cara mendapat petunjuk itu. Itu bukan perkerjaan kita, kerja kita hanya taat, kerja kita hanya ikhlas, jujur dan mendekatkan diri. Allah yang akan memberi kita teman, guru, ilmu untuk dekat kepadaNya. Allah akan beri jalan dik. Ingatlah ini dik, aku berdo'a padamu setelah pencarian jati dirimu bahwa sejatinya kita adalah hamba yang punya tugas untuk patuh padaNya. Selamat melakukan perjalanan kepadaNya sebab seberapa jauhpun kau melangkah, sampai ke puncak everest sekalipun jika hatimu masih membumi kau tidak dapat apa-apa. Buatlah hatimu melangit dan kau akan mendapatkan kasihNya.


True story..
Dikisahkan oleh Ustadz Nouman Ali Khan Hamza by Youtube (boleh disearching 'Kisah Robert Davilla')
Ditulis oleh Hasdaria
Makassar, 3 Nopember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar