Senin, 21 November 2016

Allah Penyembuh Luka

Salah satu ayat yang sangat menarik buatku di Surah Al Qashas.
"Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah)." (QS. 28:10)
Ayat yang menceritakan ttg ibu Nabi Musa AS yang dihadapkan pada ujian yang luar biasa, dia harus menaruh bayinya yang baru lahir di air. Seorang ibu yang harus menaruh bayinya di air sungai yang mengalir. Sesuatu hal yang tidak dapat dibayangkan oleh ibu dimanapun berada. Sebab dia hanya punya 2 pilihan, harus melihat anaknya disembelih oleh Fir'aun di depan matanya atau menaruh bayinya di keranjang yang bahkan belum teruji anti air lalu ia jatuhkan keranjang itu ke sungai. Ketika ia menaruh bayinya ke air sungai, ia lakukan atas ilham dari Allah. Karena perasaanya tak mampu melakukannya maka Allah membantunya melakukannya. Allah berfirman "Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa" Karena trauma harus melepaskan anaknya ke air sungai dan tentu tak bisa bersamanya lagi, ia tak tahu apa yang akan terjadi pada bayinya. Apakah anaknya akan tenggelam, apakah akan ditangkap pasukan Fir'aun, apakah keranjangnya akan terbalik, dia tak tahu. Oh, begitu banyak kekhawatiran yang melandanya. dan hati ibu Musa menjadi kosong. Yah, seperti ketika kau melihat orang yang mendapat berita buruk dan dia jadi tercengang sendiri bahkan ketika kau mengibaskan tanganmu di depan mukanya, dia bahkan tidak berkedip, tidak berbicara, cuma diam, perasaannya benar2 lumpuh. Dan hampir saja dia buka rahasianya, lihat sambungan ayatnya.. "Sesungguhnya hampir saja dia menyatakan rahasia tentang Musa." Rahasia tentang bayi laki2nya, bisa saja dia berlari dan berteriak meminta tolong ut diambilkan lagi anaknya yang telah hanyut bersama keranjangnya tapi dia tidak melakukannya "seandainya tidak Kami teguhkan hatinya" Jika Kami tidak mengikat hatinya, jika Kami tidak jaga hatinya.So amazing,,ini kisah yang luar biasa..Allah yang membuat hatinya kuat, Allah brkata dia mampu melakukannya.
Pelajarannya, ada kemudian orang yang mendapat trauma dan ia tak bisa pulih. Kenapa tak bisa?? Karena Allah tak melepaskan hatinya, Allah belum melepasnya. Terkadang memang manusia tidak bisa pulih dari situasi seperti ini. Ketika tiba2 anaknya meninggal apalagi jika anaknya pergi dalam keadaan yang sehat dan di jalan terkena kecelakaan. Atau seorang anak yang kehilangan orang tuanya, kehilangan pekerjaan, kehilangan apa2 yang dicintainya., Tapi di ayat ini kita tahu bahwa Allah dapat menyembuhkannya.. Kita mungkin saja berkata "Perasaanku tidak bisa memaafkanmu" Tapi Allah bisa membuat hatimu melakukannya. Kamu mungkin berfikir " Oh, saya sangat terpukul atas apa yang terjadi, tidak mungkin saya bisa kembali ke kehidupan saya" tapi keimananmu kepada Allah itu cukup untuk membuatmu kembali pada hidupmu.
Tapi ibu Nabi Musa bisa pulih dan bahkan kemudian bisa berfikir jernih dan kemudian mengirim saudarinya Musa untuk mencari Nabi Musa. Ia tidak akan bisa berfikir jernih jika tidak ada campur tangan Allah. Maka Allah akan turut campur tangan atas kondisi perasaan kita. Ibunya Musa bukanlah seorang Nabi namun ia adalah orang yang beriman, yang artinya, ini kesempatan bagi kita juga. Apapun trauma yang kau hadapi, ketahuilah bahwa akan ada campur tangan Allah untuk memberi ketenangan dalam hati dan pikiranmu... Allah dapat menghilangkan semua luka yang ada di hatimu sepenuhnya..
"....supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah)" So, percaya ada Allah di setiap tarikan nafas kita, di setiap luka-luka kita, Allah yang akan menyembuhkannya...

Demam

Kutanya pada ubun-ubun kenapa ada ribuan jarum menusukmu? Ia diam
Kutanya pada tulang-tulang kenapa kau seolah ingin remuk? Ia diam
Kutanya pada jari-jari tangan dan kaki kenapa ada butiran es menyertaimu? Ia diam
Kutanya pada wajah kenapa memanas dan memerah? Ia diam
Kutanya pada hati, adakah yang sakit? Kurayu padanya agar tidak sakit. Biarlah kulit, daging dan tulang yang membungkus yang meradang kesakitan, ia tak boleh sakit

Hidup yang Bertujuan

Syekh Qasim Nanotvi R.A. menulis sesuatu yang sangat indah. Lihat...
Wahai manusia, pikirkanlah fakta ini..
Ketika kalian belum ada, matahari sudah ada.
Ketika kalian belum ada, bulan sudah ada.
Ketika kalian belum ada, binatang-binatang sudah ada.
Ketika kalian belum ada, langit sudah ada.
Ketika kalian belum ada, gunung-gunung sudah ada.
Ketika kalian belum ada, sungai dan laut sudah ada.
Ketika kalian belum ada, banyak hal yang sudah ada dan sepenuhnya berfungsi.
Tiada kesimpulan yang dapat kita ambil kecuali bahwa Allah tidak menciptakan kita untuk hal-hal semacam ini, untuk hal-hal yang tercipta lebih dulu sebelum manusia. Alasannya adalah, jika kita memang diciptakan hanya untuk mereka, maka tanpa kita, maka mereka semua tidak akan berfungsi dengan benar, yah kan??
Itulah mengapa ketika kita belum ada, mereka bekerja dengan baik-baik saja, bukan?
Nah, apa yang terjadi jika kita sudah ada dan semua ciptaan Allah di atas belum diciptakan? Pertanyaan yang menarik.
Jika kita sudah ada, tapi matahari belum ada, dengan panasnya, manfaat dan cahayanya.
Jika kita sudah ada, tapi bulan belum ada dengan cahayanya.
Jika kita sudah ada, tapi bintang-bintang belum ada menghias angkasa.
Jika kita sudah ada, tapi air belum ada yang menjadi muara segala kehidupan.
Jika kita sudah ada, tapi gunung-gunung yang menjadi pasak, yang didaki jutaan orang belum ada.
Jika kita sudah ada, tapi tanaman-tanaman berbagai jenis belum ada.
Jika kita sudah ada, tapi bumi tempat berpijak belum ada.
Jika kita sudah ada, tapi binatang-binatang berbagai macam belum ada.
Dengan begitu, berapa banyak masalah yang harus kita hadapi? Jelas, kehidupan kita menjadi sangatlah sulit.
Lanjut Syekh Qasim Nanotvi,
"Wahai manusia, pahamilah contoh ini bahwa Allah SWT tidaklah menciptakan kalian untuk APAPUN di dunia ini, melainkan SEGALA sesuatunya di dunia ini diciptakan untuk kalian."
Sungguh tidak beruntung orang-orang yang menghabiskan hidupnya hanya untuk dunia kemudian meninggal.
Kita kan sudah mendapatkan segalanya di dunia, sebab Allah telah menciptakan itu semua untuk kita, yah kan? Kita tinggal menikmati saja semuanya.
Lalu, coba kita renungkan sebuah pertanyaan ini. Untuk siapa dan tujuan apa sebenarnya Allah SWT menciptakan kita, jika kita tidak diciptakan untuk apa-apa yang sudah ada sebelum kita ada di dunia ini?
Jika kita memikirkan Al-Qur'an dan hadist Rasulullah SAW, maka kita akan menyadari bahwa "Allah telah menciptakan segala apa-apa di dunia untuk kita, dan Dia menciptakan kita untuk diri-Nya,,menyembahNya."
"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS. Adz Dzariat :56)

Duka Rohingya

Tiada kepedihan yang terlampau perih mengingat derita saudara kami Muslim Rohingya
Tiada kesedihan yang terlalu menyakitkan selain kesedihan yang dialami saudara kami Muslim Rohingya
Tiada tangisan yang lebih sendu mengiris-iris selain tangisan untuk saudara kami Muslim Rohingya
Yaa Robb, Tuhan sekalian alam. Penggenggam setiap jiwa, kuatkanlah jiwa-jiwa saudara-saudara kami Muslim Rohingya.
Bahkan diri hanya mampu mendo'a, betapa malu rasanya.
Maka, yaa Allah yaa Azis, bebaskanlah mereka dari derita yang telah panjang berderetan siksaan.. Bebaskanlah mereka dari kezhaliman tirani-tirani tak berperikemanusiaan.
Sebab hanya Engkau Yang Kuasa melakukannya.

Rabu, 16 November 2016

Malam

Pada gelap malam, ada misteri yang takzim mengubur diri.
Pada pekat malam, ada jiwa mati yang merintih meneriak tobat.
Adakah waktu romantis bagi pecandu do'a merayu Tuhan selain malam??
Adakah waktu yang indah untuk bercengkrama dengan Tuhan selain malam??
Pada satu pertiga malam, ketahuilah ada yang menunggumu, bersiap dengan kabul doa-doamu. ALLAH...

Kasus Penistaan Agama 2

Ahok dijadikan tersangka atas kasus penistaan agama.

Itu TL terbanyak yang muncul di beranda-beranda medsos hari ini. Pun lengkap dengan tambahan komentar komentar yang masih menjadi 'tanda tanya'. Bukan ingin menjadi yang menambah komentar tentang itu, bukan ahli sama sekali. Well, ini masih harus dikawal, bukan??
Kasus Ahok ini memang sudah menjadi viral di mana-mana sejak 2 bulan belakangan. Memicu Aksi Damai yang sudah terjadi 2 kali dan yang paling besar pada 4 Nopember kemarin, diikuti ribuan pecinta Qur'an yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Dan titik massa terbanyak berada di ibu kota Jakarta. Pernyataannya yang menyatakan bahwa umat Islam dibohongi oleh surat Al-Maidah ayat 51 membuat kaum Muslim terluka dan membangkitkan semangat jihad pada tiap dada yang berdenyut iman.
Beberapa orang mungkin geram. Yah, salah satunya mungkin kelompok akhwat-akhwat yang turut kecewa karena tidak mendapat instruksi turun aksi pada 4 Nopember lalu. Salah seorang tiba-tiba berujar di sebuah kosan berukuran 2,5x4,5 m pada 2 kawannya.
"Apa yang akan kalian lakukan kalau ketemu Ahok?"
Dan jawabannyapun macam-macam, ada yang bilang mau jambak-jambak rambutnya, duh. Ada yang bilang mau cakar-cakar mukanya. Mau sumpel mulut songongnya. Haha. Karatein ajah sekalian..wewhhh. Eh, Nggak bisa juga sih, Ahok bukan muhrim,,haha..
Dan masih banyak lagi orang di luar sana yang mungkin lebih geram dari pada kumpulan akhwat-akhwat ini..
Namun, kita kembali diingatkan pada kisah seorang lelaki keren yang namanya hampir memenuhi kisah-kisah di dalam kitab suci Al-Qur'an. Yah, Nabi Musa AS... Nabi yang terkaget-kaget ketika mendaki lembah suci, Tuwa, sebab ada yang memanggil namanya. Menyebut namanya Allah, Tuhan Yang Esa. Mengatakan bahwa Ia telah memilih Musa "Sungguh, aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku" kalimat agung ini terabadikan dalam surah Taha ayat 14.
Mengajaknya bercengkrama, yang kelihatan ketakutan, mencoba menenangkannya dengan melayangkan tanya penuh kelembutan
"Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?" (Taha 17). Pertanyaan yang membuat Musa sedikit kikuk dan menjawab tergagap
"Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain." (Taha 18), see,,Musa kehilangan kata-kata yang mencoba cerewet. Aduhai siapa yang tak gembira luar biasa diajak bercengkrama oleh Zat Maha Agung?? Bukannya Allah hanya bertanya tentang apa benda di tangan Musa, Musa menjawab, sedikit menambah fungsinya bukan??.
Dan kemudian Allah menyerunya melemparkan tongkatnya. Oh, ini Allah yang suruh gays,, dan Musa pun refleks, srettt langsung melempar tongkat (ini kepatuhan dan ketaatan,,bukannya akhlak sesuatu yang terjadi secara spontan??)
dan tiba-tiba tongkat itu berubah jadi ular yang merayap dengan cepat. Allah menyerunya mengambilnya. Maka, siapa yang berani memegang ular yang merayap dengan cepat itu? Musa takut tapi Allah menenangkannya, mencoba meyakinkan Musa, its okay.. Lihat firmanNya
"Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaan semula," (Taha 21).. Musa mengambilnya (ini bentuk kepatuhan atas perintah, keberanian sebab ada jaminan, dan kepercayaan bahwa semua atas kuasaNya)..
Serangkaian kisah di atas adalah awal diserukannya tugas mulia yang sungguh berat untuk seorang nabi yang bahkan tergagap saat berbicara maka ia meminta harun kepada Allah. Apa tugas mereka?? Beratttttt.... Menghadapi Fir'aun. Seorang kafir yang mengaku Tuhan, yang membunuhi setiap bayi laki-laki karena takut atas tafsir mimpinya sendiri. Laki-laki yang sungguh melampaui batas.
Namun bagaimana Allah menyeru Musa dan harun menghdapi Fir'aun?? Begini firmannya,,sungguh indah..
"maka berbicaralah kamu berdua kepada Fir'aun, dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut." Terabadikan dalam surah Taha ayat 44.
Indah bukan? berlemah lembut. Lalu apa hubungannya dengan Ahok? Yah, semua mungkin setujulah kita tak sebaik Musa, dan Ahok tak sejahat Fir'aun.
Agama Islam agama yang indah mennn, bahkan pada manusia terjahat di duniapun diseruNya berlemah lembut. Lemah lembut bukan berarti tidak kuat kan? Maka, mari menahan diri. Dan jelas tetap bersiap siaga, kita tidak tahu apa yang kan terjadi besok. Seperti Musa awalnya tidak tahu bahwa akhirnya ia akan berperang melawan Fir'aun. Seorang yang istrinya memelihara Musa dari kecil di istananya. Yang Musa tahu Raja ini memiliki tentara yang kuat. Dan siapa yang dimenangkan oleh Allah??? Hmmm,,fir'aun kita tahu meregang nyawa di laut merah, bukan??

Kasus Penistaan Agama

Kasus penistaan agama oleh Ahok semakin ke sini semakin menggelitik untuk diikuti. Pasca aksi damai 411, dalam tenggang waktu penantian 2 pekan untuk diproses, telah terjadi serangkaian tragedi yang miris, lucu, menggemaskan sekaligus memuakkan.
Sebut saja kasus pengeboman gereja di samarinda. Apakah ini kemudian menjadi pengalihan isu seperti alur-alur pada kasus-kasus yang seolah ingin ditutupi ataukah memang settingan orang tak beradab. Entahlah. Dan apapun narasi dari sebuah tindak kriminalitas, itu sungguh terkutuk. Melihat korban dari kasus ini adalah anak-anak. Oh, Tuhan.. di mana nurani mereka?? Kasus ini masuk dalam kategori kemuakkan yang memiriskan..
Pasca 411, apa yang dilakukan Pak Pres JKW? Menyambangi alat-alat negara yang seyogyanya melindungi rakyat, kedaulatan NKRI. So, what u do pak pres? Mencari perlindungan untuk diri atau untuk teman sejawat? Dan kasus ini masuk dalam kategori lucu dan menggemaskan.
Dan kasus yang sangat menggelitik jejeng.... Apa pula faedah membawa ulama Mesir ke Indonesia buat jadi saksi ahli. Haduh,,sekurang apa kapabilitas Ulama Indonesia sekelas MUI untuk jadi saksi ahli. Dan well, dengan berbagai upaya. Entahlah apa yang terjadi syeikh Mesirnya akhirnya pulang sehari setelah kedatangannya. Belum sempat ngapa-ngapain. Katanya buru-buru balik ada keluarga yang sakit. Nyatanya kan bisa jadi surat MUI ke Grand Syeikh Al Azhar telah membuahkan hasil postif. Kasus menggelitik ini juga sekaligus kasus yang memprihatinkan, maybe.. Simak pernyataan KH Muhyiddin Junaidi berikut
“Syeikh Mushthofa didatangkan oleh kelompok yang dekat dengan partai penguasa untuk menjadi saksi meringankan Ahok. Dia tidak tahu menahu soal kasus penistaan agama di Indonesia maupun aksi damai 4 November lalu. Mudah-mudahan tidak ada lagi kelompok tertentu yang mencoba mendatangkan ulama dari negara asing yang berusaha mendelegitimasi otoritas MUI,”
.
.
Kembali menelisik ayat 15-17 surah At-Tariq
"Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat. dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu. Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir. Berilah mereka kesempatan untuk sementara waktu"
Dan bagi orang beriman, meyakini bahwa Allah tak pernah tidur,,Allah menyaksikan,,Allah sebaik-baik perencana atas setiap peristiwa. Dan kita hanya menunggu sembari bertawakkal hingga Allah turunkan pertolongan bagi tiap hamba yang berserah diri...
Wallahu'alam bisshowwab...

Sabtu, 12 November 2016

Hey, Tuan Pengelana

Hey tuan pengelana
Sudah seberapa jauh langkah kakimu berpijak
Beribu-ribu langkah? Berjuta-juta langkah??
Sudah seberapa tinggi kakimu berpijak??
Beribu mdpl katamu.
Hey tuan pengelana
Sudah seberapa kembang yang menarik hatimu di jalan
Ataukah dari segala jenis kembang itu,
Masihkah kau setia memuja edelweis yang tangguh??
Hey tuan pengelana
Sudah seberapa air mata yang jatuh dari pelupuk matamu
Menyadari perjalanan tak menjanjikan kemudahan
Tapi ah, aku yakin kau tak secengeng itu, kau selalu kuat
Hey tuan pengelana
Sudah seberapa banyak keringat yang bercucuran dari tubuhmu
Menanda bahwa kau berjalan dengan sungguh, tak surutkan langkah walau terjal.
Hey tuan pengelana
Sudah seberapa kawan yang kau temui di jalan
Apakah mereka menyenangkanmu ataukah menyusahkanmu?
Aku yakini, menyenangkan, bukan??
Karena kau tak lebih sama dengan mereka, menyenangkan
Hey tuan pengelana
Sudah seberapa lelah ragamu
Adakah darah yang mengucur?
Sudah kukata 'jangan sakit'
Hey tuan pengelana
Sudah seberapa yakinmu untuk pulang
Adakah aku tempat kembalimu??
Aku telah menanam kembang depan rumah
Berharap keindahannya memukau matamu saat kau kembali
Hey tuan pengelana
Apa kau baik-baik saja???

Rabu, 09 November 2016

Sekuat Apa Aku??

Tentang rasa damai yang selalu mengalahkan marah dan cemburu
Tentang setia yang selalu diuji dari berbagai arah
Lalu aku kan sekuat rinjani mungkin, tegak berdiri walau diserang berbagai musim....
Sebab di ujung sana, mungkin masih ada sekeping bahagia yang menanti....

Senin, 07 November 2016

Sapa Aku dalam Akad

Kau bertanya "bolehkah aku menyapamu?"
Jawabku "boleh"
Dalam kalimat akad

Mana Kau Tahu

Rembulan bahkan tak pernah tahu seberapa besar cinta mentari padanya.
Yang dia tahu sinar mentari selalu tepat mengenai separuh tubuhnya.
Membuatnya selalu cantik di kala purnama.
Dan kau..
Ah, mana kau tahu...

Minggu, 06 November 2016

Dan Kitapun Berpisah Sayang

Perpisahan selalu menjadi sejarah kecil yang menyisakan sayatan luka kehilangan yang tak terperih.
Pagi ini, mungkin akan menjadi sejarah kecil itu. Ketika hati tak kuasa mengantar orang-orang kesayangan melanjutkan hidup di tempat lain yang jauh yang tak tak tahu kapan pastinya akan kembali. Ketika pelukan menyisakan muara sungai kecil yang bersumber dari pelupuk mata yang tiada henti. Ketika mulut tak sanggup berkata apa-apa, bahkan sekedar mengungkapkan "Selamat jalan, kami mencintai kalian..." itu rasanya kelu. Terkalahkan sirat dari mata yang saling berpadu mewakili setiap rasa, segala rasa yang bercampur menjadi satu, sangat sulit terungkap. Lihatlah, air mata yang selalu tanpa permisi jatuh satu-satu itu masih deras tak terhenti. Kenapa selalu pihak yang ditinggal yang merasa luka paling dalam atas setiap perpisahan??
Kakak,,, Norma Ivan dan kak Ivan, beserta si kecil Afifah,,walau kita sama-sama tahu kita sebenarnya tidak ingin saling menjauh, tapi kita sadar bahwa ini adalah garis hidup yang harus dijalani. Setiap kita akan pergi entah sekarang atau nanti. Entah jarak ataukah maut suatu saat yang memisahkan. Tapi yang pasti kita tahu kita amat sangat saling menyayangi. Maka, kembali kita mengharap waktu yang kan obati segala sakit.
Eh, si bungsu RisKa Afifah itu masih mengurung diri di kamar, orang pertama yang menangis saat kendaraan yang kalian tumpangi ke bandara sudah siap. Dia masih sesegukan. Aku tahu sebenarnya dari dalam lubuk hati yang terdalam, dia ingin ikut ke bandara, tapi dia tahu jika dia ikut, maka makin sulit untuk melepas kalian, terutama si kecil Afifah. Dia sepertinya memang yang paling luka. Dia sahabat, kakak yang sebenarnya tantenya Afifah, teman main, teman gila-gilaan, orang yang suka dijahili afifa. Tadi pagi saja pas kami mati-matian bangunkan afifa yang kesulitan bangun karena semalam gag henti-henti terbangun mungkin kepanasan dan lapar, dia masih sempat-sempatnya menjahili tante kecilnya itu selagi matanya masih tertutup, menendang-nendang menyuruhnya pindah. Membuat kami tergelak. Tak kuasa menahan tawa.
Dan mama, yang kalian tahulah orang yang terbiasa melepas, tapi sesungguhnya yang paling sulit melepas. Yang subuh-subuh bangun masak buat sarapan. Oh, dia sama saja bahkan tak bisa berkata apa-apa tadi saat melihat punggung kendaraan sudah hilang di pembelokan. Dan matanya udah seperti balon, bengkak akan tangis. Kita tahu, sepertinya kita semua mewarisi kebiasaan itu. Saat menangis akan menyisakan bengkak besar di kelopak. Sampai pada Afifa yang pagi ini saja matanya bengkak gegara menangis semalaman. Bocah 2 tahun ini mungkin yang menambah rasa sesak melepas kalian.
Orang-orang di kampung,, Omnya Afifa satu-satunya Amir Achenk Tillokyang sudah ngaku berhari-hari lalu kalau dia sangat galau. Galau sekali ditinggal pergi. Pasti akan merindukan mendengar rengekan Afifa yang menyuruhnya memboncengnya keliling naik motor setiap sore yang teriak "Om Ming,,naik bung..". Yang rindu menjahili afifa sampai nangis dan ngakak jika sudah nangis dan sok sok an menghentikan tangisannya dengan iming-iming naik BUNG...
Tanta Ommi,, Normy Fitra, dedek aidil dan papa aidiil. Sekarang aidil tidak ada teman mainnya, teman ketawa-ketiwi liat kupu-kupu yang biasa datang di rumah jika malam. Teman berkelahi yang luar biasa, yang tanpa aba-aba sudah mendaratkan pukulan pada adiknya, yang buat aidil nangis sebentar dan sebentar kemudian terbahak lagi, mereka main lagi. Dan malam sebelum afifa ke Makassar, katanya mereka main semalaman, tak ada adegan pukul-pukulan lagi. Seolah mereka tahu, mereka akan berpisah esok hari. Dan melalui mereka berdua kita lihat dunia anak-anak, dunia yang paling damai. Tidak ada dendam, dengki. Penuh kasih sayang.
Tanta Us,, Popy Lolypop Ramadany, yang kemarin-kemarin vidio call an kesini. Yang tak henti ketawa liat tingkahnya Afifa. Pagi ini tanta Us telat call nya. Afifa udah berangkat pas vidio call tersambung. Tanta Us yang paling kencang suaranya kalau liat kekonyolan Afifa sama adek Aidil. Dan Om Dany,,Om yang akhirnya jadi tempat merengek ditemani main masak-masak ketika aku dan tanta Ika sibuk dengan laptop dan HP. Kalian pasti rindu afifa juga kan??
Dan aku, semalam menghabiskan menikmati setiap tingkah Afifa. Menikmati melihat dia merengek. Menikmati melihat dia ketakutan mendengar suara tokke dan suara kucing. Menikmati pelukan ketakutannya mendengar suara tokke sambil tutup mata rapat-rapat. Menikmati terbahak menimpali kenakalannya, membuatku ngos-ngosan menemaninya lompat-lompat di kasur sambil berhitung satu sampai sepuluh. Menikmati ikut melakukan kekonyolan cuma buat dia tertawa. Menikmati mengeluarkan suara-suara aneh cuma buat dia tertawa saat memencet tombol kipas angin. Dan pagi-pagi tadi saat dia belum bangun menikmati memandang wajahnya dalam-dalam memastikan terekam jelas wajah pulasnya dia tidur. Menikmati menjahilinya sampai bangun karena melihat kalian harus bergegas cek in. Menikmati berselfie yang ujung-ujung bikin capek kejar dia, dianya tidak tahu kenapa tidak mau diajak selfie. Dibujuk-bujuk, dirayu-rayu gag mempan. Dia selalu begitu jika tahu akan pergi, sudah pakai baju cantik, tidak mau diganggu-ganggu. Dia mungkin nanti akan kecewa, yang pagi-pagi sudah bilang "mau pergi mandi bola tanta ia" yang akhirnya akan capek melakukan perjalanan jauh hingga pulau Bunyu. Tempat yang ah, kenapa juga jaraknya begitu jauh?
Ini mungkin sedikit melankolis, eh nggak, banyak melankolisnya.
Tidak mau bilang "selamat tinggal" sebab itu berarti gag akan bertemu. Maka kami katakan "Sampai bertemu kembali". Fii Amanillah. Allah selalu melindungi kalian, keluarga kecil yang kami sayangi karena Allah.
Ah, kita kan masih bisa berkomunikasi dengan media lain kan, walau rasanya mungkin agag beda. Nanti sering-sering vidio call an. Mau lihat Afifa tumbuh bagaimana. Dia anak yang cerdas, sangat cerdas. Kami semua akan rindu mendengar suara melengkingnya menyanyikan lagu Nina Bobo, lagu andalan dengan mimik khasnya yang bikin ngakak.. Lagu yang selalu dinyanyikan dimanapun di situasi apapun..
Wah,,panjang. Dan ini yang terakhir,,kami akan sangat merindukan kalian...

Sabtu, 05 November 2016

Jika Tiba Waktu

Jika telah tiba waktu menjawab Aku tak ingin lari lagi Sudah cukup letih yang pernah tertoreh Abaikan gundah, sambut kasih Jika telah tiba waktu mengetuk Akan kubuka sebuah pintu Kusambut tawa bahagia Hilanglah perih yang pudarkan warna Berganti pelangi hati yang sedang mekar Jika telah tiba waktu tangan terulur Kuraih ia dengan debar Kusemat doa kan bawaku ke sana Ke surga firdaus penuh nikmat Jika telah tiba waktu Sungguh ku ingin kau, tiada yang lain