Ahok dijadikan tersangka atas kasus penistaan agama.
Itu TL terbanyak yang muncul di beranda-beranda medsos hari ini. Pun lengkap dengan tambahan komentar komentar yang masih menjadi 'tanda tanya'. Bukan ingin menjadi yang menambah komentar tentang itu, bukan ahli sama sekali. Well, ini masih harus dikawal, bukan??
Itu TL terbanyak yang muncul di beranda-beranda medsos hari ini. Pun lengkap dengan tambahan komentar komentar yang masih menjadi 'tanda tanya'. Bukan ingin menjadi yang menambah komentar tentang itu, bukan ahli sama sekali. Well, ini masih harus dikawal, bukan??
Kasus Ahok ini memang sudah menjadi viral di mana-mana sejak 2 bulan belakangan. Memicu Aksi Damai yang sudah terjadi 2 kali dan yang paling besar pada 4 Nopember kemarin, diikuti ribuan pecinta Qur'an yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Dan titik massa terbanyak berada di ibu kota Jakarta. Pernyataannya yang menyatakan bahwa umat Islam dibohongi oleh surat Al-Maidah ayat 51 membuat kaum Muslim terluka dan membangkitkan semangat jihad pada tiap dada yang berdenyut iman.
Beberapa orang mungkin geram. Yah, salah satunya mungkin kelompok akhwat-akhwat yang turut kecewa karena tidak mendapat instruksi turun aksi pada 4 Nopember lalu. Salah seorang tiba-tiba berujar di sebuah kosan berukuran 2,5x4,5 m pada 2 kawannya.
"Apa yang akan kalian lakukan kalau ketemu Ahok?"
Dan jawabannyapun macam-macam, ada yang bilang mau jambak-jambak rambutnya, duh. Ada yang bilang mau cakar-cakar mukanya. Mau sumpel mulut songongnya. Haha. Karatein ajah sekalian..wewhhh. Eh, Nggak bisa juga sih, Ahok bukan muhrim,,haha..
"Apa yang akan kalian lakukan kalau ketemu Ahok?"
Dan jawabannyapun macam-macam, ada yang bilang mau jambak-jambak rambutnya, duh. Ada yang bilang mau cakar-cakar mukanya. Mau sumpel mulut songongnya. Haha. Karatein ajah sekalian..wewhhh. Eh, Nggak bisa juga sih, Ahok bukan muhrim,,haha..
Dan masih banyak lagi orang di luar sana yang mungkin lebih geram dari pada kumpulan akhwat-akhwat ini..
Namun, kita kembali diingatkan pada kisah seorang lelaki keren yang namanya hampir memenuhi kisah-kisah di dalam kitab suci Al-Qur'an. Yah, Nabi Musa AS... Nabi yang terkaget-kaget ketika mendaki lembah suci, Tuwa, sebab ada yang memanggil namanya. Menyebut namanya Allah, Tuhan Yang Esa. Mengatakan bahwa Ia telah memilih Musa "Sungguh, aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku" kalimat agung ini terabadikan dalam surah Taha ayat 14.
Mengajaknya bercengkrama, yang kelihatan ketakutan, mencoba menenangkannya dengan melayangkan tanya penuh kelembutan
"Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?" (Taha 17). Pertanyaan yang membuat Musa sedikit kikuk dan menjawab tergagap
"Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain." (Taha 18), see,,Musa kehilangan kata-kata yang mencoba cerewet. Aduhai siapa yang tak gembira luar biasa diajak bercengkrama oleh Zat Maha Agung?? Bukannya Allah hanya bertanya tentang apa benda di tangan Musa, Musa menjawab, sedikit menambah fungsinya bukan??.
Dan kemudian Allah menyerunya melemparkan tongkatnya. Oh, ini Allah yang suruh gays,, dan Musa pun refleks, srettt langsung melempar tongkat (ini kepatuhan dan ketaatan,,bukannya akhlak sesuatu yang terjadi secara spontan??)
dan tiba-tiba tongkat itu berubah jadi ular yang merayap dengan cepat. Allah menyerunya mengambilnya. Maka, siapa yang berani memegang ular yang merayap dengan cepat itu? Musa takut tapi Allah menenangkannya, mencoba meyakinkan Musa, its okay.. Lihat firmanNya
"Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaan semula," (Taha 21).. Musa mengambilnya (ini bentuk kepatuhan atas perintah, keberanian sebab ada jaminan, dan kepercayaan bahwa semua atas kuasaNya)..
Mengajaknya bercengkrama, yang kelihatan ketakutan, mencoba menenangkannya dengan melayangkan tanya penuh kelembutan
"Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?" (Taha 17). Pertanyaan yang membuat Musa sedikit kikuk dan menjawab tergagap
"Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain." (Taha 18), see,,Musa kehilangan kata-kata yang mencoba cerewet. Aduhai siapa yang tak gembira luar biasa diajak bercengkrama oleh Zat Maha Agung?? Bukannya Allah hanya bertanya tentang apa benda di tangan Musa, Musa menjawab, sedikit menambah fungsinya bukan??.
Dan kemudian Allah menyerunya melemparkan tongkatnya. Oh, ini Allah yang suruh gays,, dan Musa pun refleks, srettt langsung melempar tongkat (ini kepatuhan dan ketaatan,,bukannya akhlak sesuatu yang terjadi secara spontan??)
dan tiba-tiba tongkat itu berubah jadi ular yang merayap dengan cepat. Allah menyerunya mengambilnya. Maka, siapa yang berani memegang ular yang merayap dengan cepat itu? Musa takut tapi Allah menenangkannya, mencoba meyakinkan Musa, its okay.. Lihat firmanNya
"Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaan semula," (Taha 21).. Musa mengambilnya (ini bentuk kepatuhan atas perintah, keberanian sebab ada jaminan, dan kepercayaan bahwa semua atas kuasaNya)..
Serangkaian kisah di atas adalah awal diserukannya tugas mulia yang sungguh berat untuk seorang nabi yang bahkan tergagap saat berbicara maka ia meminta harun kepada Allah. Apa tugas mereka?? Beratttttt.... Menghadapi Fir'aun. Seorang kafir yang mengaku Tuhan, yang membunuhi setiap bayi laki-laki karena takut atas tafsir mimpinya sendiri. Laki-laki yang sungguh melampaui batas.
Namun bagaimana Allah menyeru Musa dan harun menghdapi Fir'aun?? Begini firmannya,,sungguh indah..
"maka berbicaralah kamu berdua kepada Fir'aun, dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut." Terabadikan dalam surah Taha ayat 44.
"maka berbicaralah kamu berdua kepada Fir'aun, dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut." Terabadikan dalam surah Taha ayat 44.
Indah bukan? berlemah lembut. Lalu apa hubungannya dengan Ahok? Yah, semua mungkin setujulah kita tak sebaik Musa, dan Ahok tak sejahat Fir'aun.
Agama Islam agama yang indah mennn, bahkan pada manusia terjahat di duniapun diseruNya berlemah lembut. Lemah lembut bukan berarti tidak kuat kan? Maka, mari menahan diri. Dan jelas tetap bersiap siaga, kita tidak tahu apa yang kan terjadi besok. Seperti Musa awalnya tidak tahu bahwa akhirnya ia akan berperang melawan Fir'aun. Seorang yang istrinya memelihara Musa dari kecil di istananya. Yang Musa tahu Raja ini memiliki tentara yang kuat. Dan siapa yang dimenangkan oleh Allah??? Hmmm,,fir'aun kita tahu meregang nyawa di laut merah, bukan??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar