Minggu, 06 November 2016

Dan Kitapun Berpisah Sayang

Perpisahan selalu menjadi sejarah kecil yang menyisakan sayatan luka kehilangan yang tak terperih.
Pagi ini, mungkin akan menjadi sejarah kecil itu. Ketika hati tak kuasa mengantar orang-orang kesayangan melanjutkan hidup di tempat lain yang jauh yang tak tak tahu kapan pastinya akan kembali. Ketika pelukan menyisakan muara sungai kecil yang bersumber dari pelupuk mata yang tiada henti. Ketika mulut tak sanggup berkata apa-apa, bahkan sekedar mengungkapkan "Selamat jalan, kami mencintai kalian..." itu rasanya kelu. Terkalahkan sirat dari mata yang saling berpadu mewakili setiap rasa, segala rasa yang bercampur menjadi satu, sangat sulit terungkap. Lihatlah, air mata yang selalu tanpa permisi jatuh satu-satu itu masih deras tak terhenti. Kenapa selalu pihak yang ditinggal yang merasa luka paling dalam atas setiap perpisahan??
Kakak,,, Norma Ivan dan kak Ivan, beserta si kecil Afifah,,walau kita sama-sama tahu kita sebenarnya tidak ingin saling menjauh, tapi kita sadar bahwa ini adalah garis hidup yang harus dijalani. Setiap kita akan pergi entah sekarang atau nanti. Entah jarak ataukah maut suatu saat yang memisahkan. Tapi yang pasti kita tahu kita amat sangat saling menyayangi. Maka, kembali kita mengharap waktu yang kan obati segala sakit.
Eh, si bungsu RisKa Afifah itu masih mengurung diri di kamar, orang pertama yang menangis saat kendaraan yang kalian tumpangi ke bandara sudah siap. Dia masih sesegukan. Aku tahu sebenarnya dari dalam lubuk hati yang terdalam, dia ingin ikut ke bandara, tapi dia tahu jika dia ikut, maka makin sulit untuk melepas kalian, terutama si kecil Afifah. Dia sepertinya memang yang paling luka. Dia sahabat, kakak yang sebenarnya tantenya Afifah, teman main, teman gila-gilaan, orang yang suka dijahili afifa. Tadi pagi saja pas kami mati-matian bangunkan afifa yang kesulitan bangun karena semalam gag henti-henti terbangun mungkin kepanasan dan lapar, dia masih sempat-sempatnya menjahili tante kecilnya itu selagi matanya masih tertutup, menendang-nendang menyuruhnya pindah. Membuat kami tergelak. Tak kuasa menahan tawa.
Dan mama, yang kalian tahulah orang yang terbiasa melepas, tapi sesungguhnya yang paling sulit melepas. Yang subuh-subuh bangun masak buat sarapan. Oh, dia sama saja bahkan tak bisa berkata apa-apa tadi saat melihat punggung kendaraan sudah hilang di pembelokan. Dan matanya udah seperti balon, bengkak akan tangis. Kita tahu, sepertinya kita semua mewarisi kebiasaan itu. Saat menangis akan menyisakan bengkak besar di kelopak. Sampai pada Afifa yang pagi ini saja matanya bengkak gegara menangis semalaman. Bocah 2 tahun ini mungkin yang menambah rasa sesak melepas kalian.
Orang-orang di kampung,, Omnya Afifa satu-satunya Amir Achenk Tillokyang sudah ngaku berhari-hari lalu kalau dia sangat galau. Galau sekali ditinggal pergi. Pasti akan merindukan mendengar rengekan Afifa yang menyuruhnya memboncengnya keliling naik motor setiap sore yang teriak "Om Ming,,naik bung..". Yang rindu menjahili afifa sampai nangis dan ngakak jika sudah nangis dan sok sok an menghentikan tangisannya dengan iming-iming naik BUNG...
Tanta Ommi,, Normy Fitra, dedek aidil dan papa aidiil. Sekarang aidil tidak ada teman mainnya, teman ketawa-ketiwi liat kupu-kupu yang biasa datang di rumah jika malam. Teman berkelahi yang luar biasa, yang tanpa aba-aba sudah mendaratkan pukulan pada adiknya, yang buat aidil nangis sebentar dan sebentar kemudian terbahak lagi, mereka main lagi. Dan malam sebelum afifa ke Makassar, katanya mereka main semalaman, tak ada adegan pukul-pukulan lagi. Seolah mereka tahu, mereka akan berpisah esok hari. Dan melalui mereka berdua kita lihat dunia anak-anak, dunia yang paling damai. Tidak ada dendam, dengki. Penuh kasih sayang.
Tanta Us,, Popy Lolypop Ramadany, yang kemarin-kemarin vidio call an kesini. Yang tak henti ketawa liat tingkahnya Afifa. Pagi ini tanta Us telat call nya. Afifa udah berangkat pas vidio call tersambung. Tanta Us yang paling kencang suaranya kalau liat kekonyolan Afifa sama adek Aidil. Dan Om Dany,,Om yang akhirnya jadi tempat merengek ditemani main masak-masak ketika aku dan tanta Ika sibuk dengan laptop dan HP. Kalian pasti rindu afifa juga kan??
Dan aku, semalam menghabiskan menikmati setiap tingkah Afifa. Menikmati melihat dia merengek. Menikmati melihat dia ketakutan mendengar suara tokke dan suara kucing. Menikmati pelukan ketakutannya mendengar suara tokke sambil tutup mata rapat-rapat. Menikmati terbahak menimpali kenakalannya, membuatku ngos-ngosan menemaninya lompat-lompat di kasur sambil berhitung satu sampai sepuluh. Menikmati ikut melakukan kekonyolan cuma buat dia tertawa. Menikmati mengeluarkan suara-suara aneh cuma buat dia tertawa saat memencet tombol kipas angin. Dan pagi-pagi tadi saat dia belum bangun menikmati memandang wajahnya dalam-dalam memastikan terekam jelas wajah pulasnya dia tidur. Menikmati menjahilinya sampai bangun karena melihat kalian harus bergegas cek in. Menikmati berselfie yang ujung-ujung bikin capek kejar dia, dianya tidak tahu kenapa tidak mau diajak selfie. Dibujuk-bujuk, dirayu-rayu gag mempan. Dia selalu begitu jika tahu akan pergi, sudah pakai baju cantik, tidak mau diganggu-ganggu. Dia mungkin nanti akan kecewa, yang pagi-pagi sudah bilang "mau pergi mandi bola tanta ia" yang akhirnya akan capek melakukan perjalanan jauh hingga pulau Bunyu. Tempat yang ah, kenapa juga jaraknya begitu jauh?
Ini mungkin sedikit melankolis, eh nggak, banyak melankolisnya.
Tidak mau bilang "selamat tinggal" sebab itu berarti gag akan bertemu. Maka kami katakan "Sampai bertemu kembali". Fii Amanillah. Allah selalu melindungi kalian, keluarga kecil yang kami sayangi karena Allah.
Ah, kita kan masih bisa berkomunikasi dengan media lain kan, walau rasanya mungkin agag beda. Nanti sering-sering vidio call an. Mau lihat Afifa tumbuh bagaimana. Dia anak yang cerdas, sangat cerdas. Kami semua akan rindu mendengar suara melengkingnya menyanyikan lagu Nina Bobo, lagu andalan dengan mimik khasnya yang bikin ngakak.. Lagu yang selalu dinyanyikan dimanapun di situasi apapun..
Wah,,panjang. Dan ini yang terakhir,,kami akan sangat merindukan kalian...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar