Ada gelap di luar sana. Pun hujan rintik tak berhenti sedari tadi. Apa yang kupikir sekarang katamu? Aku terlampau pencemburu. Entahlah. Bahkan aku tak tahu jelas apa yang kucemburui. Apakah pada daun yang jatuh di sampingmu yang kau bisikkan kata rindu. Ataukah pada bintang di angkasa yang kau puja kecantikannya. Apakah pada hujan di luar sana yang membuat gerahmu hilang.
Aku bahkan tak pernah mengerti sejak kapan aku cemburu pada apa yang kau lihat, kau rasa, kau dengar, kau raba. Apa aku terlalu menaruh harap pada janji yang kubuat sendiri? Apa aku terlalu jatuh terlalu dalam pada rasa yang tak sepantasnya? Jika demikian ajari aku memendamnya sekalian mengacuhkannya.
Ada yang luka ketika kutatap wajahmu. Sebab tak dapat kubaca apa yang tereja di sana. Apa yang sedang kau rasa. Apa yang sedang kau pikir. Apakah kau bahagia ataukah bersedih. Lalu apakah...apakah pernah sekali aku hadir di pikiranmu? Apakah...apakah pernah sekali aku ada di hatimu meski ruangnya sedikit saja? Kapan aku dapat mengetahui semua jawaban tanyaku ini? Ataukah adakah waktu untuk aku dapat mengetahui jawaban atas semua rasa gelisah ini?
Jika memang semua harus kupendam sendiri. Kuredam sendiri. Maka ajarilah aku. Ajari aku tuk tak memikirkanmu. Tuk tak khawatir tanpa sebab padamu. Tuk tak cemburu pada apa yang ada di dekatmu. Ajari aku. Biar hati ini tenang. Kauuuu..aku rindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar