Minggu, 19 Februari 2017

Pertemuan Dua Tetes Air

Bayangkan ada dua tetes air yang saling berdekatan. Kemudian dua tetes air tersebut menyatu menjadi satu tetes air yang lebih besar. Kalau kita liat slow motionnya mungkin kayak gini. Pertama-tama air yang satu akan mencoba mendekati tetes yang lain. Nah, apakah tetes air itu bisa menyatu jika tidak sama molekulnya? Tentu tidak, akan berbalik arah. Jika yang ia dekati adalah minyak, sudah pasti tidak akan menyatu, yah kan?
Begitu sudah saling bersentuhan dan merasakan kesamaan kedua zatnya maka keduanya mengait-ngaitkan antarmolekul di dalamnya. Terjadilah tarik-menarik untuk memperkuat diri. Setelah menyatu, barulah mereka menjadi satu bagian yang tidak terpisah. Dua tetes menjadi satu tetes. Keduanya sama. Hanya saja sekarang keadaanya menjadi lebih besar.
Maka, begitulah UKHUWAH,,begitulah prosesnya. Menyatu oleh rasa yang sama. Sama-sama mencintai karena Allah.
Lalu apa yang terjadi pada aksi 212? Bukan 2 tetes air yang menyatu, tapi jutaan tetes air yang menyatu, menghimpun kekuatan. Menjadi satu 'bahasa, pikiran, perbuatan, dan tindakan' yang berdasar cinta..
Jika air ini menjadi arus, maka luar biasa arusnya. Bisa menghanyutkan, bisa menerjang apa saja yang ada di hadapannya. Maka, Umat Islam harus optimis,,bahwa ialah Umat yang dijanjikan berada pada masa depan yang akan membangun peradaban kemanusiaan yang paripurna. Mencipta kedamaian, menjadi sebenar-benar robtul'am..
Karena Umat Islam memiliki kekuatan yang sangat besar, taring yang tajam dan ditakuti oleh musuh Allah. Ingat kemarin, aksi anak Ciamis yang berjalan kaki, maka ada beberapa pembenci yang menjadi ciut hanya karena takut melihat arus yang luar biasa dahsyat ini. Maka ini adalah momentum, tinggal menunggu saja Janji Allah atas Umat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar