Sore tadi mungkin bisa dibilang lagi diberi kesempatan bernostalgia masa masa beberapa tahun lalu saat masih berstatus mahasiswa. Pintu satu unhas,,,beberapa anak muda dengan semangat, mereka tidak bermaksud untuk mengganggu pengguna jalan. Sama sekali tidak, hanya ingin memberi kesempatan untuk beramal. Iyyah, amal yang semoga Allah balas dengan pahala yang luar biasa.
Aksi solidaritas untuk saudara kita yang ada di Garut. Dan terwarnailah soreku dengan ikut nimbrung yang sebenarnya jelas tidak ngapa-ngapain. Cuma berdiri di pinggir jalan memperhatikan adik-adik yang terlampau muda dariku. Beda 4 5 angkatan. Jelas saja hanya seorang yang kukenali wajahnya.
Dalam hiruk pikuknya kendaraan yang lalu lalang, sehiruk pikuk juga adik-adik akhwat ini menawarkan untuk membantau saudara-saudara yang terkena banjir bandang beberapa waktu yang lalu. Semangat membantu lebih besar dibanding rasa takut kalau kalau ada kendaraan yang tiba-tiba nyerempet. Beberapa kali merasa ngeri melihat adegan jika lampu merah berubah jadi ijo.
Ah, semoga mudaku dulu (merasa tua) pernah juga sesemangat mereka. Nostalgia yang indah di penghujung sore. Terimakasih adik-adik KAMMI--->KAMMSAT.
Hingga, pulangku berpikir dan mengingat ingat. Ketika jadi anak KAMMSAT, berpikir anak KAMMDA itu keren, saat di KAMMDA berpikir anak KAMMWIL itu keren. Dan saat di KAMMWIL berpikir dan meyakini sepenuh hati,,anak KAMMSAT memang yang paling hebat..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar