Sepagi ini, akulah mungkin satu satunya manusia yg bingung mau ngapain hari ini. Setelah menjemur pakaian seember, setelah menyapu rumah dan halaman dan setelah menyirami bunga. Aku bahkan merasa malu hanya sekedar menyapa ibu-ibu di depan, rumahnya hanya dijaraki lapangan sepak bola yg tidak luas dari rumahku. Sebenarnya dari kemarin-kemarin aku ingin menyapanya sebagai tiket untuk bisa meminta bibit bunga yg indah tertanam di depan rumahnya. Aku pernah ke rumahnya, mungkin dua tahun yg lalu, itupun aku memperkenalkan diriku sebagai tenaga survey sebuah penelitian. Lupa mengatakan kalau aku tetangganya.
Atau terlalu malu menegur kakek tua yg rumahnya pas di samping rumah ibu pemilik bunga, istri si kakek baru meninggal dua hari yg lalu, itu menambah kecanggunganku..
Dan di sinilah aku, hanya melipat lutut yg hampir kesemutan memperhatikan banyak orang. Supir angkot yg sedari subuh sudah mencari penumpang. Semoga tak lupa sholat subuh dulu. Atau bapak2,ibu2 yg mengantarkan anakx ke sekolah dengan sepeda motor. Atau ibu tukang sayur yang mendorong gerobak sayurnya sambil teriak "sayur sayur". Yang kutahu ujung tujuanx adalah pasar lorong kecil di blok C. Si ibu udah hapal wajahku. Hingga jika aku lewat di depannya, dia langsung suruh aku pilih sayurx. Gag nax dulu beli apa tidak, langsung pilih. Maksa kadang2, tp aku suka beli, sayurx pada segar2, tomat dan lombokx pada besar2.
Dan sepagi ini aku yakin. Gag cuma org2 yg lewat di depanku ini yg lagi nyari kehidupan baik yg dijanjikan Allah. Tapi jutaan org di luar sana.
Aku? Kan udah blg dr td kalau masih bingung mau ngapain. Semoga aja gag bnyak yg kyk aku. Tapi,,tetap kudu bersyukur gag bingung gimana caranya bernafas sepagi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar