Ada yang berbisik dalam sepi "Jangan terlalu akrab dengan pedih nona, kaupun berhak bahagia"
Dia hanya tak pernah melihat debar bahagiaku tiap detik. Jangan mendikteku soal patah hati tuan, itu tak layak dikecap oleh hati yang syukur. Meski mungkin pernah luka, ia tak sampai berdarah-darah sedemikian rupa. Apa memang hakikat hidup? Bukan melulu soal patah hati dan terbahagiakan kan? Cukup mencintai yang kau miliki. Kemudian mensyukuri yang kau miliki itu. Ketahuilah tuan, aku selalu bahagia di sini. Meski mungkin kau tak pernah tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar