Jumat, 03 Maret 2017

Mama, Baik-baiklah

Ada awan cantik juga gemuk berarak. Ada langit biru cerah di belakangnya. Apa yang terjadi dengan langit hati? Ia sedang mendung. Hari ini aku pulang. Pada wanita yang tidak ingin dikhawatirkan. Semalam, aku sedikit keki. Bagaimana tidak? Wanita yang kusebut mama ini barulah kutahu keadaannya.
"Kenapa tidak bilang-bilang?" protesku.
"Takut kalian khawatir" katanya sambil tertawa lemah.
"Sudah 2 malam di situ tapi tidak mengabarkan apa-apa?". Protesku lebih kencang. Sekali lagi beliau hanya tertawa lemah.
Pulang bukan hanya soal menapak di rumah yang selalu menyajikan ketenangan. Tapi juga menyapa sebuah hati yang lama tertinggal di sana.
_Mama, baik-baiklah. Aku sedang menujumu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar