Sabtu, 04 Maret 2017

Negeriku Menangis

Apakah dosamu wahai diri?
Negeri tempatmu lahir dan dibesarkan sedang menangis pilu oleh kekejaman manusia-manusia pendosa yang tak mengira berdosa.
Apakah yang telah kau lakukan wahai diri?
Lihatlah para pembawa risalah keagungan, para ulama. Di negerimu, mereka dihempas, dilindas para pembawa koper bermilyar-milyar, didiskriminasi bahkan oleh para umara yang sejatinya membawa perlindungan.
Apa yang turut kau renungkan wahai diri?
Banyak yang mengaku cinta tanah air di negeri yang kau kasihi, malah menggadaikan tanah air demi menggemukkan rekening-rekening mereka. Lupa, di negeri akhirat tanah air akan menjadi saksi kerakusan-kerakusan mereka kelak.
Dan kau mengaku wahai diri bahwa kau pendosa yang hebat hanya saja Yang Azis sedang menutupnya dari pandangan manusia.
Dan kau mengaku wahai diri bahwa kau tidak melakukan apapun pada akuanmu jika kau mencintai para Ulama.
Dan kau mengaku wahai diri bahwa tak sekalipun kau renungkan betapa kacau negerimu, betapa terisaknya ia oleh ketidak adilan yang tak ada habisnya.
Maka, wahai diri...
Bertaubatlah, merenunglah dan paling tidak lakukan sesuatu untuk negerimu ini. Minimal, di sepertiga malam. Saat Yang Azis turun ke bumi, pintalah tuk menghapus air mata Negerimu yang kian pilu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar