Kau adalah puisi. Matamu menyimpan frasa-frasa berwarna macam-macam rasa. Gerak tubuhmu membuka lembar-lembar prosa.
Sedang aku adalah pena. Menulismu menjadi bahagia yang sulit kueja. Membacamu membuatku candu akan malam.
Kita bukanlah apa-apa. Hanya dua makhluk tanpa ikatan nyata. Kau inspirasi tanpa batas. Aku dahaga akan kata-kata. Beda.
r.i.a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar