Suatu pagi seorang wanita menemukan seikat bunga rumput di depan rumahnya. Warnanya kuning, daunnya hijau segar. Baru dipetik. Tidak ada jejak pelakunya di mana mana. Siapa yang iseng sekali pagi pagi begini? Pikirnya.
Besoknya ia dapati lagi. Setangkai mawar. Ada sisa embun di sisi sisi kelopaknya. Siapa yang tega memetik bunga secantik ini di pagi buta? Rengutnya lagi.
Kali ini krisan. Cantik memang. Dia menyukainya. Dia memang sangat menyukai bunga. Tapi menurutnya bunga bunga adalah makhluk yang ingin dia lihat luruh dengan sendirinya. Tidak dipetik dari tangkainya. Siapa yang jahat begini pada semesta? Lirihnya.
Beberapa pagi setelahnya dia tidak menemukan setangkaipun bunga di depan rumahnya. Mungkin si pengirim melihat raut wajah sedihnya setiap melihat bunga-bunga malang itu.
Malam yang entah purnama keberapa. Malam sebelum dia akan pergi meninggalkan tempat itu. Sebuah pot berisi kaktus super imut menghiasi meja di beranda rumahnya. Tuhan, kali ini senyum manis tercetak di bibirnya.
"Akhirnya kamu mengerti"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar