Selasa, 04 Oktober 2016
Laki-laki Konyol
Katanya. Ketika Tuhan menciptakan laki laki konyol di dunia ini. Maka, Tuhan juga menciptakan perempuan bodoh yg siap menertawakan kekonyolan laki laki konyol itu setiap hari.
Pertemuan
Dan pertemuan sebenar adalah saat memulai penantian.
Ujungx tak mungkin meragu.
Sebab, jikapun hadirmu hanya semu. Nantiku tetap nyata berkawan waktu.
Ujungx tak mungkin meragu.
Sebab, jikapun hadirmu hanya semu. Nantiku tetap nyata berkawan waktu.
Aksi
Sore tadi mungkin bisa dibilang lagi diberi kesempatan bernostalgia masa masa beberapa tahun lalu saat masih berstatus mahasiswa. Pintu satu unhas,,,beberapa anak muda dengan semangat, mereka tidak bermaksud untuk mengganggu pengguna jalan. Sama sekali tidak, hanya ingin memberi kesempatan untuk beramal. Iyyah, amal yang semoga Allah balas dengan pahala yang luar biasa.
Aksi solidaritas untuk saudara kita yang ada di Garut. Dan terwarnailah soreku dengan ikut nimbrung yang sebenarnya jelas tidak ngapa-ngapain. Cuma berdiri di pinggir jalan memperhatikan adik-adik yang terlampau muda dariku. Beda 4 5 angkatan. Jelas saja hanya seorang yang kukenali wajahnya.
Dalam hiruk pikuknya kendaraan yang lalu lalang, sehiruk pikuk juga adik-adik akhwat ini menawarkan untuk membantau saudara-saudara yang terkena banjir bandang beberapa waktu yang lalu. Semangat membantu lebih besar dibanding rasa takut kalau kalau ada kendaraan yang tiba-tiba nyerempet. Beberapa kali merasa ngeri melihat adegan jika lampu merah berubah jadi ijo.
Ah, semoga mudaku dulu (merasa tua) pernah juga sesemangat mereka. Nostalgia yang indah di penghujung sore. Terimakasih adik-adik KAMMI--->KAMMSAT.
Hingga, pulangku berpikir dan mengingat ingat. Ketika jadi anak KAMMSAT, berpikir anak KAMMDA itu keren, saat di KAMMDA berpikir anak KAMMWIL itu keren. Dan saat di KAMMWIL berpikir dan meyakini sepenuh hati,,anak KAMMSAT memang yang paling hebat..
Bangkit
Ada hari-hari saat aku ingin menangis dan melolong,
Ingin menyerah sepenuhnya, mengaku kalah,
Tapi aku mengangkat kepalaku dan maju menyeruak,
Aku punya banyak untuk diberikan dan dilakukan.
Ingin menyerah sepenuhnya, mengaku kalah,
Tapi aku mengangkat kepalaku dan maju menyeruak,
Aku punya banyak untuk diberikan dan dilakukan.
Dan aku bersumpah bahwa, meskipun hidup ini sulit,
Aku akan maju sambil tersenyum dan memainkan setiap kartu ini.
Aku memberi semampuku, membantu sesama dan mencintai.
Apa pun yang terjadi, kehidupan akan mekar kembali,
Dan kekuatan yang tak kumiliki akan datang dari Atas.
Aku akan maju sambil tersenyum dan memainkan setiap kartu ini.
Aku memberi semampuku, membantu sesama dan mencintai.
Apa pun yang terjadi, kehidupan akan mekar kembali,
Dan kekuatan yang tak kumiliki akan datang dari Atas.
Maka kemarilah, raih tanganku dan kita berlayar menembus kegelapan.
Kau siap???
Kau siap???
Jedah
Berhenti sejenak, mengambil jedah.
Capek?? Tidak juga.
Hanya ingin mengumpulkan kekuatan.
Untuk bisa berlari kencang suatu saat.
Jika takdir mengizinkan.
Kan kutinggalkan masa kini yang nanti hanya akan menjadi masa lalu.
Ini keputusan sudah membulat.
Tak akan kusesali.
Sesalku, jika tidak kukatakan sekarang.
Maka, maaf atas kejujuran yang terlampau gamblang.
Semoga tak menjadi beban, terutama untukku sendiri.
Jikapun ia, akan kunikmati.
Tenang, aku jago soal itu.
Sekali ingin menyejukkan, namun ada kala malah menggerahkan.
Sekali lagi maaf.
Capek?? Tidak juga.
Hanya ingin mengumpulkan kekuatan.
Untuk bisa berlari kencang suatu saat.
Jika takdir mengizinkan.
Kan kutinggalkan masa kini yang nanti hanya akan menjadi masa lalu.
Ini keputusan sudah membulat.
Tak akan kusesali.
Sesalku, jika tidak kukatakan sekarang.
Maka, maaf atas kejujuran yang terlampau gamblang.
Semoga tak menjadi beban, terutama untukku sendiri.
Jikapun ia, akan kunikmati.
Tenang, aku jago soal itu.
Sekali ingin menyejukkan, namun ada kala malah menggerahkan.
Sekali lagi maaf.
Aku, angin musim kemarau yang terlupakan saat penghujan telah datang...
Langganan:
Postingan (Atom)