Jumat, 12 Januari 2018

Bidadari Kecil

Entah selalu harus bagaimana diri ini mengucap syukur. Di salah satu sudut rumah ini, Allah menitipkan ragaku untuk kembali mengecap cinta melalui deru nafas yang beraturan, melalui kelopak mata yang indah meski sedang terpejam, melalui gerakan slow motion memperbaiki posisi nyenyak yang mungkin terganggu oleh silau lampu kamar atau desir suara kipas angin.

Dua bidadari kecil dengan suara cempreng menyambutku pertama kali di rumah surga ini dengan penuh sayang. Suara cempreng yang berubah indah di kala sebakda subuh melalui tasmi' panjang sehalaman ayat suci keagungan Allah membuka hari dengan syahdu. Suara manja yang memintaku tidur di antara mereka di malam kali pertama mataku sukses terpejam bahagia dalam tenang. Tubuh mungil yang menggeliat kala fajar mulai tampak oleh tepukan lembut atau suara gedoran pintu. Wajah lucu yang tetap imut mencoba mengusir kantuk karena sempoyongan ke kamar mandi lalu membasuh tangan, wajah hingga kaki sampai suci.

Lalu harus bagaimana aku bersyukur bahagia sebab telah dikirim ke dalam kotak penuh sayang ini, dibungkus dengan canda dan tawa, lalu dihiasi pita-pita keberkahan. Lihatlah, dua makhluk kecil yang sedang berenang dalam kolam mimpi ini. Bidadari kecil yang Allah kirim sepaket dengan kelincahan kaki dan tangannya. Betapa aku yang tidur di antara mereka tiba-tiba terjaga oleh laku mereka. Seorang kakinya di atas perutku, seorang lagi kepalanya menggeser posisi kepalaku, membuatku kegerahan dan berakhir menertawakan diri di tengah malam.

Ah, bidadari-bidadari barunya kak Ria. Adik-adik lucu dan imut yang punya senyum bahagia. Ayo bekerjasama yah. Bahkan hari pertama kak ria masuk di rumah surga kita, kalian sudah memberi kak Ria pe er yang begitu banyak. Membuat kak Ria kembali menjadi sosok cerewet yang super bawel karena tidak tenang melihat banyak hal tidak pada tempatnya. Dan sekali lagi, kalian menggunakan senyum yang berkilau untuk menyihirku dan membuatku tenang menjalani hari-hari penuh sayang di tempat ini.

Sekali lagi kupandang wajah dua perempuan cilik ini dan berharap besok mereka masih ada di sampingku menemaniku mengusir gelisah akan kesendirian menyelam dalam mimpi.

Maros, 10 Nopember 2017
~*Hasdaria

Tidak ada komentar:

Posting Komentar