Aku terkapar di lantai sepi
Kedinginan menatap luka-luka yang menangis pilu
Meneriaki jalan panjang yang berlari menjauh
Meninggalkan berbagai duri kehidupan pada lelahnya jiwa yang meratap pilu
Kemana perginya segala tawa?
Di mana senyum-senyum cemerlang itu singgah dan lupa kembali pulang?
Sungguh, aku sedang rindu
Aku rindu tertawa dengan begitu bahagia
Waktu kau dengan ceria bercerita tentang rupa-rupa lelucon dunia
r.i.a
Maros, 29 Januari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar