Jumat, 12 Januari 2018

Rintih Hati

Lihatlah, hati masih saja mengaku pencari surga tapi di dalamnya bersarang ribuan dosa.
Kebaikan secuil serasa selangit, di antara mata manusia ia khusyuk tapi dalam sepi ia berkawan maksiat.
Sungguh, manusia telah banyak meninggalkan iman dalam lorong-lorong kemunafikan.
Diam-diam berharap neraka membeku bahkan hilang lenyap tak bersisa.
Waktu yang ia miliki, ia hambur-hamburkan dalam kedurhakaan kepada Tuhannya.

Tidak cukupkah peringatan yang sampai padamu wahai hati? Marilah kita kembali merengkuh do'a-do'a pengampunan dalam taubat yang sesungguh taubat.
Tidak cukupkah kabar gembira membesarkanmu wahai iman? Marilah kita kembali memeluk do'a-do'a harapan kepada Tuhan kita agar diberi surga.

Dari rintihan tetes air mata yang telah jarang menyentuh pipi tawadhu bersarang iman.

r.i.a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar