Jumat, 12 Januari 2018

Jika Kita Tersesat di Hutan

Jika suatu hari kita tersesat di hutan. Kau tak perlu susah payah menghiburku agar aku tidak takut. Sebab di dalam sana, ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan dengan lincah di antara bunga-bunga liar yang sedang mekar. Itu sudah cukup membuatku tertawa.

Jika kita akhirnya semakin jauh terjebak. Kau tak perlu takut bahwa aku akan bersedih hati. Tidakkah kau tahu, di sana berbagai warna dunia tercipta sempurna. Hey, kau tahu ada berapa jumlah warna capung? Aku pernah melihat berbagai macam warna. Hijau, kuning,  cokelat, merah dan biru. Dan kau mesti tahu aku suka melihat mereka hinggap di daun-daun rindang.

Jika hutan tiba-tiba menjelma gelap gulita, kau tak perlu cemas. Aku yakin, ribuan kunang-kunang akan menerangi jalan kita untuk kembali pulang. Lincah menuntun kita di antara semak belukar dan bebatuan. Dan yakinlah, aku tidak akan menangis jika kita belum juga berhasil menemukan jalan keluar. Karena, bersamamu sudah cukup menghentikan air mata yang ingin merembesi pipi.  Melengkapi lengkungan senyum di bibir, mencerahkan tawa yang berisik beradu desir angin, mendendangkan degup jantung bernada cinta yang mengusir segala rasa gulana.

Tapi pastikan satu hal saja. Bahwa kau menjaga dirimu baik-baik. Itu sudah cukup.

r.i.a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar