Kadang. Kita memang harus menyesalkan sebuah pertemuan. Kenapa? Karena terlalu banyak meninggalkan kenangan. Kenangan yang sulit sekali dihapus padahal setiap hari hobbynya menyakiti. Lalu, kita membiarkan saja sakit-sakit itu karena kita tidak tahu cara mengobatinya. Kita tidak tahu cara melupakannya. Kita hanya membiarkannya. Lagi. Lagi. Dan lagi. Sampai suatu hari, akan datang sebuah kenangan baru yang tugasnya mereset sakit-sakit itu. Mengajarkan cara menerima dan memaafkan keadaan. Bisa jadi menggantinya dengan cerita yang lebih baik. Namun, kita juga harus waspada. Bisa jadi, yang datang adalah kenangan yang lebih buruk dari kemarin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar