Rabu, 07 November 2018

Perihal Kemarin

Kemarin aku melihatmu
Berdiri gagah di sebuah jalan
Setelah sekian lama, hatiku berdegup bahagia sekali lagi
Seperti seorang gadis kecil yang diberi permen raksasa oleh ayahnya

Di perjalanan pulang aku menerka-nerka
Soal takdir apa yang sedang membuntutiku
Pertanyaan seputar mengapa banyak yang pergi darimu
Sedang aku masih saja berusaha mencarimu dan mengenalmu, sekali lagi

Kemarin, saat aku melihatmu
Aku pulang dengan senyum lebar di bibirku
Sudut-sudutnya tidak berhenti terangkat
Lalu, aku bahagia menceritakan bahwa aku melihatmu kemarin

Malam harinya, aku berusaha menghubungimu
Bahwa kini, aku juga ada di sini
Berharap kita punya janji, lalu bertemu dan kembali meramu mimpi
Tapi aku tidak melakukannya
Kepalaku penuh pertanyaan, apa yang akan aku katakan padamu

Namun hari ini, aku sudah berjanji
Bahwa sebelum matahari terbenam di barat
Aku akan mengabarimu
Dan besok mungkin kita bisa bertemu

Sungguh, kejutan tak pernah berhenti
Ketika yang aku khawatirkan
Berbulan-bulan lamanya bahwa aku tidak akan bertemu denganmu di sini
Kemarin, semua cemas itu sirna
Pergi bersama datangnya bayangmu

Kini, di sepotong sore ini
Aku tak berhenti mendoa
Akan esok yang baik-baik saja
Bahwa kita akan berjumpa sambil saling membawakan bunga mawar merah

Seorang sahabat yang berharap menjadi candu akhiratmu selamanya

r.i.a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar