Aku pernah menemukanmu tapi sebentar saja lalu kamu menghilang. Lagi. Kususuri kota, kubentangkan peta. Nihil. Bukan. Bukan karena ingin mengajakmu kembali. Aku hanya butuh sosok. Kamu. Denganmu, rangkaian kata selalu mudah tercipta. Juga kisah-kisah yang kau ceritakan adalah susunan tangga yang membuatku semakin tinggi. Aku sekali lagi mencarimu. Di antara serak-serak buku kenangan. Di jelajah-jelajah situs pencarian. Sampai pada sebuah bukit tandus juga gersang. Dan kamu? Kamu tidak ada di sana. Tuhan sedang mengujiku barangkali. Atau sedang menasihatiku banyak-banyak. Tentang, betapa kamu sebenarnya tidak perlu kucari sedemikian rupa. Kamu ada bersama jejak-jejak sneakerku. Berebut jalan. Perihal siapa yang paling jauh langkahnya. Siapa yang paling kuat bertahan. Siapa yang paling jago melewati bukit dan lembah. Akhirnya, kita tidak pernah bertemu. Lagi. Sebab jalan yang kita pilih ternyata jauh berbeda. Jauh berbeda. Kawan, di ujung jalan kita masing-masing, ayo saling menyebut nama. Dengan keras. Dengan lantang. Dan katakan bahwa "Tidak ada yang perlu disesalkan. Kau telah memiliki segala yang kau inginkan". Begitu saja. Yah, begitu saja.
r.i.a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar