Tarian Pena

Menarilah penaku, hingga kau menemukan dirimu..

Rabu, 21 November 2018

Papa (2)

Ini sudah tidak bisa terkata. Sungguh, rintik itu begitu memilukan. Menetes di sela tawa, di sela senyum getir. Tanpamu memang aku begitu rapuh. Papa.

Diposting oleh Unknown di 21.34
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2019 (14)
    • ►  Januari (14)
  • ▼  2018 (65)
    • ►  Desember (2)
    • ▼  November (23)
      • Perpisahan
      • Berat Badan
      • Mimpi
      • Papa (2)
      • Papa
      • Hapus Kenang
      • Betah?
      • Mencari(mu)
      • Surga Firdaus
      • Jumat yang Milik Kita
      • Pilihan
      • *Sayonara
      • Perihal Kemarin
      • Berserah
      • Jalan Lurus
      • Senja
      • Kita
      • Kembalilah
      • Pengampunan
      • Duka itu seperti apa?
      • Dukanya pada Idul Adha
      • Catatan Sebelum (menuju) Pernikahan
      • ISTRI BAHAGIA ADALAH KUNCI KEBAHAGIAAN PERKAWINAN
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (28)
  • ►  2017 (58)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (17)
    • ►  Februari (18)
  • ►  2016 (42)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (13)
    • ►  Oktober (23)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  Desember (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Januari (4)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Total Tayangan Halaman

Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.