Sedari pagi dia sudah menyiapkan tekad mengucapkan kata-kata itu. Sedari pagi dia bahkan sudah membaca lagi postingan seorang teman di akun facebook tentang kisah Salman Al Farisi, tentang cintanya yang dia serahkan kepada sahabatnya Abu Dzar. Sedari pagi bahkan dia kembali meyakinkan diri bahwa inilah takdir terbaik yang Allah berikan padanya. Sedari pagi Ahmad saudara tanpa talian darahnya itu kelihatan sangat bahagia, senyum yang dia beri tak pernah seindah itu sebelumnya.
Dan kini dia melihat lagi saudaranya itu di seberang sana masih menghias wajah dengan senyumnya. Kini, dengan bermodal kemeja berlapis jas hitam dan sepatu pantofel dia melangkah mendekat. Di sana ada sahabatnya dan seorang bapak penghulu beserta para saksi. Mitsaqan gholizah, sakral dan hikmat. Hingga beberapa detik berlalu "Sah..." sahutan beberapa saksi menyadarkannya bahwa baru saja ia mengucapkan Ijab Qobul. Arsy bergetar,menggetar pula dadanya.
Selasa, 19 Januari 2016
Minggu, 10 Januari 2016
Bagaimanalah kami Yaa Rasulullah
Bagaimanalah kami terlampau sedih menghadapi sebuah ujian sedang engkau diuji bertubi-tubi dari Rabbmu dengan sangat berat, bahkan hingga kepergianmu ..
Bagaimanalah kami terlalu mengeluhkan lapar yang hanya beberapa jam, sedang engkau senantiasa menghias pengikat bajumu dengan batu-batu pengganjal laparnya perutmu..
Bagaimanalah kami terlalu mengeluhkan beban dakwah hanya sebab sms kami tak terbalaskan mad'u, seruan menjalankan kewajiban tak diindahkan sedang engkau diolok-olok, difitnah, dilempari, terancam terbunuh, bahkan gigi2mu harus tanggal, besi pelindung wajahmu menembus wajahmu mengucurkan darah di uhud,, sakit yang kau rasa sungguhlah tak bisa tergambarkan..
Bagaimanalah kami Yaa Rasulullah,, Bagaimanalah kami mempelajari, mengamalkan, mengajarkan kepada saudara kami wahyu yang turun kepadamu sedang turunnya padamu membuat keringatmu mengalir, kadang sesak batapa beratnya, tapi engkau mengajarkannya kepada kami dengan tulusmu..
Bagaimanalah kami Yaa Rasulullah,, Bagaimanalah kami membalas cintamu yang jika kami mengumpulkan semua cinta-cinta terserak kami tak sanggup menyamai cintamu kepada kami,,
Bagaimanalah kami Yaa Rasulullah,, Bagaimanalah kami memikirkanmu yang hingga sakaratul mautmu masih engkau pikirkan kami umatmu,, Ummati,ummati,ummati..
Bagaimanalah kami Yaa Rasulullah,, Bagaimanalah kami meneruskan dakwahmu ini yang telah menerangi hidup-hidup kami, yang engkau perjuangkan dengan harta, darah, bahkan nyawamu hingga kami bisa menikmatinya sekarang..
Yaa Rasulullah,, betapa rindu ini.. Betapa rindu ini tak bisa tergambarkan,, betapa inginnya kami yaa Rasulullah,, inginnya kami memandang wajahmu kelak, minum di Al-kautsarmu..
Tapi Yaa Rasulullah, bahkan cinta ini, rindu ini, perjuangan ini amatlah jauh,,jauh dari yang kau lakukan untuk kami ummatmu,, Maka bagaimanalah kami yaa Rasulullah... Bagaimanalah kami...
Allahumma Sholli Ala Muhammad yaa Rabbi Sholli alayhi washolli..
Minggu, 13 Desember 2015
Kira
“Kira..
Kira.. di mana kau sembunyi? Ayo keluarlah!” Wajah cemasnya menambah garis
kelelahan seharian mencari kawan barunya itu.
“Belum
ketemu juga?” Kali ini aku jadi ikut-ikutan celingak celinguk setelah tadi
siang membiarkannya mencari sendiri. Bukannya tidak mau membantu, aku bahkan
belum tahu jenis apa sekarang kawannya itu.
Baiklah akan kuceritakan, dia adik
bungsuku yang baru masuk Sekolah Dasar tahun lalu, sekarang dia sedang mencari
teman mainnya yang entah bersembunyi di mana atau lebih tepatnya kabur ke mana.
Dan teman barunya itu, bukanlah anak kecil seusianya yang imut atau boneka lucu
pemberian ayah. Tidak salah lagi seekor binatang yang mungkin dia dapat di
jalan sekembalinya dari sekolah dan membawanya ke rumah. Tapi aku bisa menebak,
bukan kucing, anjing, kelinci, hamster, ikan, ayam, angsa, bebek dan segala
jenis binatang yang pernah dia bawa sebab sedari tadi hanya bibir manyunnya
yang tampak ketika kutanyakan soal buruannya ini. Pasti sesuatu yang berada di
luar imajinasiku sekarang.
Namanya Ica, umur kami memang
terlampau jauh. Aku yang seorang Mahasiswi tahun kedua menjadi seorang kakak saat
menginjak usia remaja. Saat kelahirannya kami sangat bahagia terutama aku yang
akhirnya mendapat adik sekaligus ‘mainan’ baru, hehe. Tapi setahun ini
hampir-hampir aku selalu dibuat kesal olehnya. Dia punya hobby baru yang
menurutku sangat ekstrem. Bermain bersama binatang, maksudku itu mungkin wajar
bagi semua orang tapi bagiku Ica berbeda. Dia suka bahkan sangat suka sehingga
dia lebih banyak bermain dengan binatang itu dibanding denganku. Bukannya aku
iri, hanya saja ini sudah keterlaluan bagiku.
Pernah ketika masih TK kami
sekeluarga berkunjung ke rumah Nenek di kampung. Sebenarnya, Ayah dan Ibu kami
dari sana hanya setelah menikah mereka menetap di kota karena tuntutan
pekerjaan. Dan di kampunglah hobby barunya itu dimulai. Saat pulang dari kebun
bersama kakek, tiba-tiba saja ada anak ayam yang selalu mengikuti langkah kaki
kecil Ica hingga sampai di rumah. Karena tidak tega dan merasa anak ayam itu
lucu Ica pun memungutnya, yah setelah minta persetujuan kakek. Sejak saat itu
dia mengklaim anak ayam itu sebagai miliknya. Memberinya makan, memandikannya
pagi-pagi sehabis dia mandi, bahkan tidur bersamanya. Saat sore hari, tiba-tiba
dia datang, matanya sembab habis menangis. Di tangannya anak ayamnya tergolek
lemah. Apa yang terjadi? Seharian dia keluar bermain bersama anak tetangga
tidak lupa membawa anak ayam yang dia beri nama Kira itu. Mereka bermain lompat
tali. Kira dia simpan di kantong gamisnya dan saat gilirannya main, Kira jatuh
dan tak sengaja Ica menginjakx. Untung saja cuma kakinya yang terluka, nenekpun
mengobatinya dengan memberi obat merah. Setelah itu Kira Ica rawat dengan
sungguh-sungguh, memaksanya makan dan minum. Pagi-pagi sekali Ica menangis
meraung-raung. Kira Mati.
Kami pun pulang sebab waktu libur
sudah habis. Ica masih sedih atas perginya Kira, tapi tidak lama sebab
sesampainya di rumah dia mendapatkan Kira yang baru. Seekor ikan yang Ibu
belikan di pasar. Sama seperti anak ayam yang ada di rumah kakek, dia rawat
sungguh-sungguh dan masih dia beri nama Kira. Tapi berselang waktu ikan mas pun
mati. Bisa dibilang kami belum punya pengalaman memelihara ikan sebelumnya,
jadi agak susah merawatnya. Setelah ikan, kelinci, hamster, burung, jangkrik, yang
semuanya mati satu-satu.
Pernah
sepulang sekolah dia membawa anak kucing, di sinilah dia mulai mencari sendiri
binatang peliharaannya, tidak dibelikan ibu lagi. Satu anak kucing hari ini,
besok anak kucing lagi, hingga hampir-hampir rumah penuh anak kucing. Aku jadi
heran dari mana semua dia dapatkannya. Karena merasa terganggu aku minta ayah
dan ibu mengatasi masalah ini, sebab aku tidak tahan, bulu kucing ada
dimana-mana. Bahkan ‘poop’ dimana-mana. Akhirnya kucing-kucing itu kami lepas
satu persatu hingga tinggal seekor, namanya masih Kira. Yah, semua Kira dari
peliharaan pertama hingga sekarang ‘Kira’. Pernah kutanya kenapa harus Kira, dia cuma bilang suka.
Tidak puas dengan kucing, anak anjing dia bawa pulang. Tuhan, kali ini aku
sempat marah sebab saat aku balik dari kampus dengan lelahnya si anak anjing
menyerangku. Untung saja hanya ujung rokku yang dia gigit. Aku memarahi Kira
dan menyuruhnya membawa anjing itu keluar padahal hujan mengguyur sangat deras.
Keesokan harinya kami dapati anak anjing itu mati mengapung di selokan. Mungkin
karena masih terlalu kecil jadi belum mahir berenang atau terlalu kedingian.
Aku sempat menyesal dan merasa sedih melihat Ica tapi mengingat kejadian itu jengkelkupun
masih ada.
“Terakhir
main di mana?” Tanyaku semakin penasaran sambil menengok ke belakang sofa.
“Di
kamar…” Jawabnya sekenanya dengan tangan yang sibuk menyibak tikar-tikar di
ruang tamu.
Kali
ini dengan melihat wajah seriusnya, aku juga mulai serius mencari, betul-betul
mencari berkeliling rumah. Masuk keluar kamar, masuk keluar toilet, keluar
pekarangan rumah. Itu sedikit membuat frustasi. Bagaimana tidak, binatang yang
kucari tak terlintas di pikiranku seperti apa bentuknya. Dalam hati sudah
kuazamkan jika aku mendapatkan seekor binatang apa saja akan aku bawa kepada
Ica. Sudah hampir sejam kami sibuk mencari, hingga sepertinya aku kehilangan
kesabaran dan hampir berhenti ketika tiba-tiba suara aneh mengagetkanku.
Berasal entah dari mana menghentikan tanganku menyibak kain gorden ketika
tiba-tiba sesuatu seperti melompat mengenai tepat di wajahku, seketika aku
berteriak mengamuk dan tidak tahu harus berbuat apa. Kejadian yang sangat cepat
dan tak dapat kukontrol. Detik berikutnya aku menabrak meja, membuat vas bunga
jatuh berhamburan, beling berserakan dimana-mana. Detik berikutnya aku
merasakan sakit di tapak kakiku, pecahan beling menggoresnya dalam membuatku
hilang keseimbangan. Terjatuh, terantuk ujung tangga, darah menetes deras di
pelipis. Perih tak tertahankan membuat penglihatan semakin buram dan gelap.
Terakhir aku ambruk tak sadarkan diri. Entahlah bagaimana nasib Ica dan
peliharaannya itu.
Malam
hari aku baru sadarkan diri. Sempat bingung sebab kukira aku terbaring di kamar
ternyata di sebuah bangsal di Rumah Sakit terdekat. Tanganku sudah tersambung
selang infus, pelipis dipasangi perban dan luka-luka di kaki sudah ditutupi.
Kulihat ibu menggenggam tanganku seraya memasang senyum keibuannya seperti
biasa. Mataku kemudian menangkap Ica yang bersembunyi sedikit menunduk sambil
memegangi ujung belakang kemeja ayah. Aku penasaran apa yang akan dia lakukan.
Aku masih menatapnya sambil menunggu reaksinya. Dia balas menatapku, mencoba
melangkah maju ke ujung tempat tidur, dia mulai bersuara.
“Kak
Fizah, maafkan Ica” Sengaja aku seolah membuang muka menatap ke ibu.
“Itu
salah kak Fizah” Suaranya mulai meninggi, tidak ada getaran, sangat jelas.
Kembali kutatap wajahnya namun enggan bersuara. Ingin memprotesnya namun belum
kuat bergerak.
“Kak
Fizah tidak pernah mau buka kamar kalau Ica ketuk. Kak Fizah selalu sibuk
dengan hape, dengan laptop, dengan tab. Sibuk dengan teman-teman kak Fizah yang
datang ke rumah. Kak Fizah jarang di rumah dan selalu pulang telat pulang.” Dia
masih menatapku dengan wajah menuduhnya mengingatkanku betapa sibuknya aku
setelah kuliah. Benar kata Ica, apalagi mahasiswa jurusan Farmasi. Lab seabrek,
tugas yang menumpuk, laporan yang menguras tenaga. Bahkan sesampainya di rumah
aku masih mengurung diri di rumah membuat laporan. Tapi bukannya Ica yang lebih
dulu sibuk dengan hewan peliharaannya?
“Padahal
Ica kangen sama Kak Fizah, kangen main boneka bareng, kangen dibacakan
dongeng-dongeng, cerita putri dan kancil. Makanya Ica lebih suka main sama
Kira. Kira selalu main-main sama Ica. Ica lebih suka. Kak Fizah yang jahat.”
Dia mulai menunduk kembali, tangan kecilnya memegangi besi ujung tempat tidur.
Ingatanku kembali saat awal-awal perkuliahan, Ica dengan semangatnya membawa
buku-buku ceritanya. Awalnya aku masih membacakannya, namun lama-lama tugas
semakin menggunung. Membuatku mengurung diri di kamar, ketika Ica membuka pintu
aku menyuruhnya keluar, selalu hingga aku menguncinya dari dalam, enggan
membuka jika dia mengetuknya. Ya Allah padahal dia hanya ingin bermain
denganku. Kutatap dia yang masih menunduk sedih, kucoba mendudukkan diriku. Ibu
membantu. Ayah hanya terdiam sambil mengelus lembut kepala Ica.
“Ica,
ayoo sini!” Ucapku kemudian sambil mengayunkan tangan berinfusku, kutahan rasa
sakit sebab sakit di hati lebih besar kini. Sakit penyesalan telah mengabaikan
Ica adik satu-satuku yang merindukan kakaknya. Membuatku menyesal tidak dapat
memberi waktu barang sedikit untuk Ica hingga dia lebih memilih hewan-hewan itu
dibanding aku. Mungkin awalnya dia hanya mencoba, lama-lama karena selalu
kuabaikan dia malah menambah koleksi hewan yang juga akhirnya mati satu-satu.
Sambil
menatap ayah, dia melangkah mendekatiku. Ayah mengangguk, ibupun. Setelah dekat
kupeluk ia, kubisikkan padanya kata maafku, kukatakan jika aku sangat
mencintainya lebih dari apapun. Tak terasa mutiara bening hangat membasahi pipiku.
Adik kecilku yang berumur tujuh tahun, dia menyadarkanku betapa aku
menghabiskan waktuku seorang diri untuk diriku saja. Diapun akhirnya menangis,
awalnya hanya linangan air mata lama-lama ia menangis keras-keras hingga
sesenggukan. Pelukanku semakin erat. Ayah dan ibu tersenyum puas sambil ikut
memeluk kami. Malam itu Ica tinggal di Rumah Sakit menemanika beserta ayah dan
ibu. Lelah menangis, dia akhirnya tertidur di sampingku. Kukecup keningnya
sambil berjanji dalam hati akan menjadi kakak yang baik.
Keesokan
harinya, dia terbangun dengan mata bengkak, sembab sama halnya denganku. Dia
menertawakanku, akupun. Dia kemudian dengan semangatnya mengambil sesuatu dari
dalam tas yang dia bawa dari rumah. Dia menyodorkannya padaku, membuatku kaget
dan setengah berteriak. Makhluk berduri-duri, berkulit keras, berlidah panjang,
berekor panjang. Jika tidak berfikir logis aku sudah menganggap makhluk itu
Dinosaurus. Dia menyebutnya Kira.
End
Kamis, 03 Desember 2015
Kehilanganmu
Senja itu kami
bertemu, ini bukan pertemuan pertama, kami sudah mengenal sejak kecil. Dia adalah
sahabat masa kecilku namun hari ini ada yang berbeda darinya tidak seperti
biasanya. Dia hanya menunduk memperhatikan ujung sepatunya. Tangannya sibuk
memelintir ujung jilbabnya. Ini yang membuatku khawatir, sebab jika dia mulai
bertingkah begitu biasanya dia sedang mencemaskan sesuatu. Tapi apa? Dia bahkan
tidak bersuara sejak hampir tiga puluh menit yang yang lalu. Dia hanya
menanggapi begitu saja pertanyaanku sambil menatap ke arah yang lain.
Yah, dia sangat
berbeda. Mulai dari pakaian yang dia pakai. Ok kami memang belum pernah bertemu
lagi sejak tiga tahun terakhir tapi bukankah itu bukanlah waktu yang lama
hingga dia berubah sedrastis ini. Tapi lihatlah apa yang dia pakai, membuatku terbahak sejenak membuatku lepas kendali dan bertanya apakah dia memakai baju
ayahnya yang punya berat badan 86 kilo dan jilbab apa yang dia pakai itu,
hampir selebar bendera merah putih yang berkibar tiap senin di sekolah pada saat upacara bendera. Dia hanya tersenyum kecil mendengar celetukanku. Setelah itu dia hanya
banyak menunduk atau melihat bougenville yang ada di taman yang
ramai ini. Dia bahkan mengambil jarak yang sangat jauh dariku. Ini membuatku
sedikit depresi, aku seperti kehilangan seseorang yang sangat aku kenal. Kemana
perginya Nagisa yang ceria, cerewet minta ampun, yang selalu menjambak rambutku
atau meninju lenganku jika aku mengusilinya, yang menghambur kepadaku jika lama
tidak bertemu memelukku erat. Kemana perginya Nagisa yang memulai pembicaraan
menanyakan ini itu, menceritakan ini itu, mengajak makan ini itu, membuat
kejahilan, kebodohan dan kegilaan yang bahkan tidak sampai di nalarku. Kemana
dia pergi, apa yang dia lakukan selama tiga tahun ini selama aku pergi.
Dia
masih diam, kali ini dia memperhatikan lekukan ukiran kursi kayu panjang yang
memisahkan kami. Aku akhirnnya memberanikan diri bertanya tentang sikapnya ini.
Dia hanya menjawab bahwa dia tidak apa-apa. Ini semakin membuatku bingung dan
bersumpah akan mendatangi rumahnya dan menanyakannya kepada paman gendut
bagaimana Nagisa bisa berubah seperti ini. Yah, kuakui ini perubahan yang baik
tapi aku seakan tidak bisa menerimanya. Aku benar-benar merindukan Nagisa yang
dulu kukenal. Ingatanku tiba-tiba seperti menjelajah pada 15 tahun yang lalu
saat kami pertama kali bertemu, hari itu kami masih di bangku Sekolah Dasar, Nagisa adalah anak pindahan yang datang dari Timur. Pada saat dia memasuki kelas
kami, serentak kelas menjadi tenang. Semua siswa terheran-heran. Semua siswa
bertanya-tanya betulkah dia masih anak Sekolah Dasar seperti kami. Dia memiliki
postur tubuh yang bongsor, tingginya bahkan melebihi anak laki-laki lainnya.
Hingga saat istirahat tidak ada seorangpun yang berani menghampirinya. Padahal
selama ini jika ada anak baru kami akan mengusilinya. Karena tidak ada yang
berani, aku dan teman sebangkuku si Marlo yang berkacamata tebal memberanikan
diri menghampirinya. Kamipun memberikannya tantangan tapi dia malah acuh tak
acuh, dia meningggalkan kami begitu saja. Begitu seterusnya hingga suatu hari
pada pelajaran olahraga kami menantangnya lari cepat. Alhasil kami kalah. Pada
kesempatan lain kami adu panco, tidak ada harapan. Lempar lembing, main bola,
krambol, lompat tali. Kami masih di bawahnya. Bahkan ketika usai sekolah kami
masih melakukan tantangan-tantangan yang selalu dimenangkan olehnya.
Kami
kehabisan akal dan kehabisan tenaga melawannya. Tapi tidak menyurutkan langkah
kami. Pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia, kompleks tempat tinggal kami
mengadakan berbagai lomba untuk anak-anak. Ini kesempatan kami mengalahkannya.
Dan yang kami tunggu-tunggu adalah adu kekuatan semacam sumo di Jepang.
Hadiahnya lumayan menggiurkan, sebuah piala besar dan sejumlah uang cukup untuk
jajan sebulan. Semua anak-anak antusias mengikutinya bahkan beberapa anak dari
kompleks sebelah juga datang. Nagisa awalnya cuek dan tidak mau mengikuti
pertandingan ini jika kami tidak mengatainya pecundang. Mungkin karena sudah
capek selalu kami ganggu seharian itu akhirnya dia memenuhi keinginan kami. Ada
seorang anak laki-laki dari kompleks sebelah yang mempunyai tubuh yang besar
juga mengikutinya. Dia adalah pemenang tahun lalu untuk kategori anak SD. Kami
memastikan dialah pemenangnya. Nagisa pasti kalah. Tapi bukan itu tujuan kami,
kami ingin kamilah yang mengalahkan Nagisa bagaimanapun Nagisa belum pernah
mengikuti lomba ini, kami lebih berpengalaman. Lomba dimulai, Marlo berhasil
mengalahkan satu anak, dia kini melawan Nagisa. Nagisa seorang anak perempuan
membuat sejarahnya sendiri. Dia mengalahkan Marlo, beberapa anak-anak juga
dikalahkannya. Dia seperti tidak kehilangan tenaga, dia bahkan mengalahkanku
dengan satu dorongan. Itu adalah hari yang memalukan, bahkan kakak perempuanku
mengambil gambar saat aku harus mencium tanah basah saat dikalahkan Nagisa dan
selalu menertawaiku ketika melihat foto itu.
Nagisa
keluar sebagai juara pertama mengalahkan si anak gede dari kompleks sebelah,
dia membawa piala dan uang. Dia kemudian pulang tanpa ekspresi. Dia selalu
begitu, seakan tidak menganggap setiap tantagan yang kami berikan. Di tengah
jalan beberapa anak laki-laki mendatanginya yang tidak menerima kekalahannya.
Mereka menyerang Nagisa. Nagisa sudah terjatuh saat kami kebetulan melihat
adegan itu. Kami kemudian dengan jiwa kelaki-lakian berusaha menolong Nagisa
yang cuma terduduk, terdiam melihat ke arah kami yang mati-matian berkelahi.
Ini memang area laki-laki, perempuan sekuat apapun tidak mahir dalam hal ini.
Setelah beberapa saat berkelahi kami kelelahan dan akhirnya berhenti, anak-anak
itu akhirnya pulang. Aku dan Marlo jatuh ke tanah sambil membentangkan tangan
kecapekan sambil mengatur nafas, bagaimanapun kami hanya berdua melawan
beberapa anak-anak. Nagisa kemudian berdiri di samping kami sambil memegang
pialanya yang sudah patah ujungnya. Kami memprotesnya karena hanya diam saja
melihat kami dikeroyoki. Dia tidak menjawab malah menangis keras-keras membuat
kami kaget dan langsung terduduk dan saling menatap. Dia masih menangis bahkan makin
keras saat kami berusaha menenangkannya. Setelah itu kami mengantarnya pulang
dan ibunya yang ramah menyuruh kami masuk rumahnya dan memakan beberapa kue
buatannya beserta sirup jeruk. Kami pun mengiyakan saja, lagian kami sudah
kecapekan sehabis berkelahi dan mengantar Nagisa. Selagi Nagisa membersihkan
diri, ayah Nagisa yang bertubuh gempal mendatangi kami, menepuk-nepuk punggung
kami. Kami kemudian meminta maaf karena selama ini mengusili Nagisa. Ayahnya
malah tertawa terbahak-bahak. Dia bercerita, Nagisa sudah menceritakan tentang
kami kepadanya. Dan ayahnya mengatakan jadi kamilah laki-laki pecundang yang
belum pernah menang melawan Nagisa selama ini. Diapun menjelaskan kenapa Nagisa
bisa menangis seajdi-jadinya tadi. Paman gendut berkata Nagisa bukannya sedih,
dia menangis bahagia akhirnya ada juga orang yang berdiri di sampingnya,
menolongnya. Selama ini Nagisa selalu menjadi bahan ejekan anak-anak di tempat
asalnya sebab tubuhnya yang bongsor dan tak ada yang mau berteman dengannya dan
tak ada yang membelanya saat dipukuli anak-anak laki-laki. Nagisa adalah anak
satu-satunya di keluarga ini.
Begitulah
kami akhirnya memulai persahabatan kami bertiga. Kemana-mana kami selalu
bersama, hingga naik tingkat sekolah. Kami saling membantu, melakukan hal-hal
konyol bersama. Tentunya saling melindungi. Saat SMP tubuh kami makin bertambah
tinggi dan melampaui Nagisa. Secara, walau bagaimanapun laki-laki akan lebih
pesat pertumbuhannya apalagi saat memasuki masa pubertas. Nagisa beberapa kali
protes, itu membuat kami seakan memenangkan pertandingan bertahun-tahun ini.
Sebab setelah persahabatan kami terjalin, kami masih melakukan berbagai
tantangan-tantangan. Dia makin cerewet, makin gesit dan makin jahil. Setiap kami
pergi jauh ke suatu tempat, berpisah sementara dia akan berkirim surat. Atau
menghabiskan waktu berjam-jam di telpon untuk menanyakan ini itu, menceritakan
ini itu dan saat bertemu lagi dia akan menghambur memeluk kami erat-erat.
Begitu juga jika dia kembali ke Timur, kami akan sangat merindukannya. Dan
setamat SMA kami mengambil jurusan yang berbeda. Saya dan Marlo di kampus yang
sama di Jawa, sedangkan Nagisa masih bertahan di sini.
Setelah
tiga tahun kami baru kembali lagi di tempat favorit kami di taman kota. Melihat
perubahan Nagisa yang seperti ini, kami seolah tidak bisa menerima. Terutama
aku yang sudah menganggapnya saudariku sendiri. Mengapa dia mengambil jarak,
mengapa dia tidak memandang wajahku, mengapa dia tidak menjabat tanganku,
mengapa dia sependiam ini. Aku juga mulai bertanya mengapa dua tahun terakhir
ini dia sangat jarang menghubungi kami. Kami berfikir mungkin dia sangat sibuk
mengerjakan tugas kuliahnya atau tugas-tugas yang lain. Ada apa? Dan langit
senja semakin memudar. Petang akan datang, dia pun berpamitan meninggalkanku
dalam kebingungan yang luar biasa. Dalam hati aku sangat kehilangannya. Aku kehilanganmu Nagisa.
Masa
Waktu adalah harta. Dianya mampu membeli banyak harap
Waktu adalah kebijaksanaan. Dianya mampu menjadi penasihat yang baik
Waktu adalah sejarah. Dianya mampu menyampaikan alur masa lalu
Waktu adalah kehidupan. Dianya mampu menguasai tindak burukmu atau baikmu
Waktu adalah kebijaksanaan. Dianya mampu menjadi penasihat yang baik
Waktu adalah sejarah. Dianya mampu menyampaikan alur masa lalu
Waktu adalah kehidupan. Dianya mampu menguasai tindak burukmu atau baikmu
Ada yang berfikir bagaimana menghabiskan waktu.
Ada yang berfikir bagaimana menggunakan waktu.
Itu beda, sebab kemanfaatannya akan terasa.
Ada yang berfikir bagaimana menggunakan waktu.
Itu beda, sebab kemanfaatannya akan terasa.
Waktu menjadi sumpah Sang Khalik dalam surat cintanya.
Wal Ashr (Demi masa)..
Ketika Allah bersumpah atas sesuatu, Dia menyimpan pesan yang sangat serius di sini.
Lihat, Innal Insaana lafikhusri..
Betapa banyak orang yang mengalami kerugian, mengahabiskan waktunya dengan hal tak berguna.
Betapa banyak orang kehilangan waktunya, sehari seminggu, sebulan bertahun-tahun lewat begitu saja tanpa adanya perubahan berarti.
Rasulullah dalam sabdanya yang agung
Barang siapa hari ini sama dengan hari kemarin, dia celaka
Barang siapa hari ini lebih buruk dengan hari kemarin, dia merugi.
Wal Ashr (Demi masa)..
Ketika Allah bersumpah atas sesuatu, Dia menyimpan pesan yang sangat serius di sini.
Lihat, Innal Insaana lafikhusri..
Betapa banyak orang yang mengalami kerugian, mengahabiskan waktunya dengan hal tak berguna.
Betapa banyak orang kehilangan waktunya, sehari seminggu, sebulan bertahun-tahun lewat begitu saja tanpa adanya perubahan berarti.
Rasulullah dalam sabdanya yang agung
Barang siapa hari ini sama dengan hari kemarin, dia celaka
Barang siapa hari ini lebih buruk dengan hari kemarin, dia merugi.
Waktu tidak akan terulang kawan, kau tidak akan bisa kembali ke masa kecilmu.
Kau akan menuju tuamu atau matimu.
Kita semua sedang berbaris menuju akhir waktu kita masing-masing.
Apa pesan dari Qur'an ini belum sampai padamu?
Dengar, habiskan waktumu menjemput tiap bekal untuk kau bawa di akhir hidupmu di dunia, untuk kau bawa ke akhirat.
Sholatlah tepat waktu. Sesungguhnya sholat adalah pengingat waktu yang sangat bijak.
Habiskan waktu luang dengan kegiatan produktif, perbanyak hafalanmu saat kau luang.
Sebab waktu luang jika kau tidak isi dengan hal baik, hal buruk akan datang.
Sebab adanya waktu luang, ada waktu untuk pacaran, ada waktunya ke tempat maksiat dll, maka habiskan dengan yang berfaedah.
Kau akan menuju tuamu atau matimu.
Kita semua sedang berbaris menuju akhir waktu kita masing-masing.
Apa pesan dari Qur'an ini belum sampai padamu?
Dengar, habiskan waktumu menjemput tiap bekal untuk kau bawa di akhir hidupmu di dunia, untuk kau bawa ke akhirat.
Sholatlah tepat waktu. Sesungguhnya sholat adalah pengingat waktu yang sangat bijak.
Habiskan waktu luang dengan kegiatan produktif, perbanyak hafalanmu saat kau luang.
Sebab waktu luang jika kau tidak isi dengan hal baik, hal buruk akan datang.
Sebab adanya waktu luang, ada waktu untuk pacaran, ada waktunya ke tempat maksiat dll, maka habiskan dengan yang berfaedah.
Illalladsina Aamanu (Kecuali orang-orang)
Orang yang bagaimana?
Yang berbuat baik, saling menasihati.
Pesanku, cari kawan baik yang bisa menasihatimu di kala kau jauh dari Tuhanmu.
Kau tahu para sahabat jika bertemu saudaranya mereka akan meminta dinasihati.
Apa yang mereka katakan? "Akhi, belumlah satu nasihat sampai padaku darimu hari ini"
Yang saling menasihati dalam kebenaran
Yang saling menasihati dalam kesabaran.
Orang yang bagaimana?
Yang berbuat baik, saling menasihati.
Pesanku, cari kawan baik yang bisa menasihatimu di kala kau jauh dari Tuhanmu.
Kau tahu para sahabat jika bertemu saudaranya mereka akan meminta dinasihati.
Apa yang mereka katakan? "Akhi, belumlah satu nasihat sampai padaku darimu hari ini"
Yang saling menasihati dalam kebenaran
Yang saling menasihati dalam kesabaran.
Rabu, 02 Desember 2015
Dik, Kukisahkan Tentang Robert Davilla
Dik, Kukisahkan Tentang Robert Davilla
Dik, bagaimana kabarmu? Gundahmu sudah sembuhkah? Pencarian jati dirimu sudah kau temukankah? Aku rindu ceritamu, cerita tentang petualanganmu, cerita tentang kejahilan, kebodohan dan kegilaanmu dan semua yang selalu kau ceritakan yang membuat suasana berisik hingga tengah malam. Tapi hari ini aku lebih rindu ingin bercerita padamu. Sudahkah kau dengar cerita tentang Robert Davilla? Apa kau kenal? Tidak? Akupun sebenarnya tidak, tapi aku baru saja mendengar kisah tentangnya. Mau kuceritakan? Baiklah dengarkan baik-baik.
Dik, Robert Davilla adalah seorang anak dari keluarga petani di sebuah kota yang berjarak sekitar 40 menit dari Fort Wort. Kau tahu di mana itu? Salah satu tempat di Amerika, jauh yah? Tapi di sinilah kisahnya bermula. Dia seorang pemuda berumur 30 tahun yang hidup sehari-harinya berada dalam sebuah bilik kamar di sebuah Bandar seperti sebuah tempat penjagaan. Dia mengidap sebuah penyakit genetik yang membuatnya lumpuh dari leher sampai kaki yang membuat tubuhnya tidak seperti kebanyakan pria dewasa. Dia tinggal di sana bersama beberapa orang dan kebanyakan orang tua berusia 90 dan 100 tahun. Sudah sepuluh tahun dia di sana dan orang tuanya membelikannya sebuah komputer yang bisa dia operasikan dengan suaranya, yah saya sudah jelaskan di atas dia mengidap penyakit genetik dan seluruh tubuhnya lumpuh kecuali leher ke atas. Dengan komputer itu dia bisa mengakses dan melihat dunia di luar kamarnya.
Dik, Robert Davilla berasal dari keluarga yang sangat kuat memegang agama Kristiani, dan setiap minggu seorang pendeta akan datang ke kamarnya untuk bersembahyang dengannya. Kamu tahu, dia juga mempunyai seorang sahabat layaknya persahabatan kita. Sahabatnya itu tinggal di bilik sebelah dan dia juga mengidap penyakit dan memerlukan sebuah hati yang baru. Sahabatnya itu sedang menunggu untuk transplantasi hati dan mereka berdua sering bercerita tentang agama dan Tuhan.
Suatu hari sahabatnya itu mendapatkan donor hati dan dia sangat senang. Dia berkata kepada Robert "Robert, saya akan merindukanmu tetapi saya harus pergi". Akhirnya pergilah sahabatnya itu untuk bedah transplantasi hati namun sahabatnya itu meninggal di atas meja bedah. Sahabatnya juga adalah seorang Kristiani yang taat. Dia memiliki kalung salib yang selalu dia pakai di lehernya dan pada saat dia meninggal kakaknya memberikan kalung itu kepada Robert sebagai kenang-kenangan dan Robert menyimpannya, menggantungnya di kamarnya.
Dik, Robert Davilla walaupun hidupnya seperti itu dia sangat bahagia, dia sederhana dan dia menikmati hidupnya. Pada suatu malam saat dia tidur, dia bertemu dengan seorang laki-laki. Laki-laki itu memberitahu bahwa namanya adalah Muhammad. Sambil menuding ke arah kalung dari sahabatnya, dia memberitahu bahwa Tuhan tidak mengutus Rasul itu untuk disembah tetapi Tuhan mengutus Rasul untuk menyembah Tuhan. Dan Yesus hanyalah seorang manusia biasa yang pergi ke pasar dan ikut makan. Dan mimpi itu pun berakhir.
Dik, Robert mengetahui dari mimpinya bahwa Yesus hanyalah seorang manusia biasa dan manusia bernama Muhammad memberitahu perkara itu kepadanya. Dia tahu bahwa Rasul hanya diutus untuk menyembah Tuhan bukan untuk menyembah Rasul itu. Itu saja yang dia tahu dari mimpinya. Timbul rasa penasaran dan ingin tahu yang luar biasa dalam dirinya, jadi dia mulai 'googling' nama Muhammad. Dia menemukan 'Islam' yang begitu indah. Dia lantas dengan mantap mengucapkan syahadat. Setelah mengucapkan syahadat dia ingin mempelajari Al-qur'an. Dia akhirnya mencari seseorang lewat chat untuk mengajarinya membaca Al-qur'an dan dia menemukan seorang saudara dari Mesir dan mereka berkomunikasi melalui skype untuk belajar bahasa Arab. Diapun belajar abjad Arab dan seterusnya mempelajari Al-Qur'an. Hasilnya, dia dapat menghafalkan sepuluh surah di rumah penjagaan itu. Dia sudah mengenal surah-surah, mengenal Rasulullah tapi dia ingin memahami isi Al-Qur'an. Jadi dia mulai googling lagi tentang cara-cara memahami Al-Qur'an dan dia menemukan video-video yang dibawakan oleh seorang Ustadz di Amerika yang bernama Nouman Ali Khan. Kemudian ia menonton semua video-video Ustadz Nouman Ali Khan.
Dik, di rumah penjagaan itu ada seorang pekerja dari Mesir yang pekerjaan sehari-harinya memperbaiki apa saja di rumah itu. Lelaki ini punya kisahnya sendiri. Kau tahu, dia seorang Muslim yang keimanannya semakin memudar. Jarak masjid dari rumahnya hanya sepelemparan batu, tapi dia tidak lagi ikut sholat berjamaah. Diapun merasa kekurangan rohani lalu dia ke gereja untuk merasa dekat dengan Allah. Dia dilahirkan dari keluarga Muslim dan dia ke gereja semata-mata untuk dekat kepada Allah? Subhanallah.
Suatu hari dia berjalan di depan kamar Robert dan dia mendengar bacaan "Wal ashri, innal insaana lafihusri". Dan dia masuk ke dalam kamar Robert dan bertanya "Apa yang baru saja saya dengar? apa kamu juga mendengarnya?". Robert berkata "Tidak ada apa-apa, saya hanya membaca beberapa ayat".
Pekerja itu kaget dan bertanya lagi "Apa kamu seorang Muslim?"
"Ya" jawab Robert "Alhamdulillah saya sudah menjadi seorang Muslim"
Dan pekerja itupun sangat terkejut, dalam benaknya dia heran bagaimana Allah memberi petunjuk kepada seseorang yang berada di tengah-tengah Bandar yang bersalib bahkan di Amerika yang minoritas Muslim dan hey lihat lelaki ini bahkan tidak bisa bergerak barang sejengkal pun. Si pekerja ini akhirnya berkata dia ingin kembali kepada Allah, dia bahkan kembali mendapat jati dirinya sebagai seorang Muslim melalui Robert. MaasyaaAllah.
Suatu hari dia berjalan di depan kamar Robert dan dia mendengar bacaan "Wal ashri, innal insaana lafihusri". Dan dia masuk ke dalam kamar Robert dan bertanya "Apa yang baru saja saya dengar? apa kamu juga mendengarnya?". Robert berkata "Tidak ada apa-apa, saya hanya membaca beberapa ayat".
Pekerja itu kaget dan bertanya lagi "Apa kamu seorang Muslim?"
"Ya" jawab Robert "Alhamdulillah saya sudah menjadi seorang Muslim"
Dan pekerja itupun sangat terkejut, dalam benaknya dia heran bagaimana Allah memberi petunjuk kepada seseorang yang berada di tengah-tengah Bandar yang bersalib bahkan di Amerika yang minoritas Muslim dan hey lihat lelaki ini bahkan tidak bisa bergerak barang sejengkal pun. Si pekerja ini akhirnya berkata dia ingin kembali kepada Allah, dia bahkan kembali mendapat jati dirinya sebagai seorang Muslim melalui Robert. MaasyaaAllah.
Dik, kau lihat begitu sempurna rencana Allah. Robert memberitahu kawan barunya ini tentang seseorang yang memberinya banyak ilmu agama yaitu Ustad Nouman Ali Khan melalui youtube. Laki-laki Mesir ini kemudian mulai juga menonton video-video Nouman Ali Khan dan dia berkata saya sangat ingin bertemu dengan Ustadz ini suatu hari nanti. Robert berkata "Ya, saya berdo'a untukmu". Dan kau tahu dik disinilah keajaiban yang lagi-lagi Allah tunjukkan. Lima tahun kemudian orang Mesir ini mendatangi sebuah mesjid menjalankan sholat Jumat berjamaah dan disana dia sangat bersyukur Allah mengabulkan doanya dan doa Robert sebab yang mengisi Khutbah Jumat pada hari itu adalah Ustadz Nouman Ali Khan yang setelah empat tahun baru sekali itu lagi berkhutbah disana oleh permintaan pengurus masjid yang datang menjemputnya di rumahnya sebab Ustadz Nouman Ali Khan bukanlah penduduk di situ. Selesai sholat Jumat orang Mesir ini mendatangi Ustadz Nouman dan berkata "Allah telah mengabulkan doa saya dan doa sahabat saya" Ustadz Nouman bertanya "Apakah do'amu?". "Bahwa Allah akan mempertemukan Ustadz Nouman Ali Khan dengan Robert Davilla". " Saya?" kaget Ustadz Nouman. "Iya". "Mmm apakah kau Robert Davilla?". "Bukan, tapi kawan saya". Dan mulailah orang Mesir ini bercerita tentang perjalanan Robert bertemu Islam dan membuat si pria ini juga akhirnya kembali kepada Islam dengan benar.
Dik, ini adalah kekuatan do'a. Ustadz Nouman akhirnya bertandang ke rumah penjagaan itu menemui Robert Davilla bersama beberapa orang temannya. Sesampainya di sana para pekerja-pekerja di pusat penjagaan merasa terkejut bagaimana seorang Nouman Ali Khan, yang notabebe seorang ustadz ingin menemui Robert. Mereka pun bertanya kenapa mereka ingin bertemu Robert. Ustadz Nouman berkata "Dia adalah inspirasi kami". Sederhana, dan akhirnya mereka dibolehkan menemui Robert. Robert begitu terkejut dan Ustadz bertanya "Apakah betul kamu sudah menghafal beberapa surah Al-Qur'an?". "Ya" jawabnya. "Dapatkah kau membacakannya untukku?". Lalu Robert membaca surah Al Asr dan satu persatu yang hadir di sana menangis haru. Tak ada yang tidak menangis. Air mata mereka berlinangan. Jadi Dik, ketika seseorang kembali kepada Allah, jangan risau bagaimana caranya. Dia akan membimbing siapapun. Dia akan menunjukkan jalanNya. Hijrah sesuatu yang indah bukan?
Dik, masih ada kisah Robert yang ingin kusampaikan padamu sebab kau masih muda, kuat, energik, bahkan beberapa gunung telah kau taklukkan. Dengarkan baik-baik. Saya sudah cerita bahwa Robert telah lumpuh dari kecil dari lehernya sampai kakinya. Dan ini kisahnya, dia memiliki sebuah kursi roda khas yang menopang seluruh tubuhnya agar tidak bergerak. Kursi itu seperti memegang lehernya sampai kaki,semua bagian tubuhnya ada pegangannya. Karena kau tahu dia tidak bisa menopang badannya sendiri. Dan dia juga memerlukan sebuah mobil khusus yang harusnya bisa menahan kursi roda itu sehingga jika Robert menaikinya tidak akan melukai tubuhnya saat terhentak atau bergoyang dalam perjalanan. Dan, suatu hari di hari Jumat, dia memohon agar diantar ke masjid untuk Sholat Jumat. Mereka tidak memiliki mobil khusus seperti itu dan harus memakai mobil biasa. Apa yang terjadi dik? Dalam perjalanan, mobil itu melewati beberapa jalan yang berlekuk menyebabkan tulang belakang Robert semakin parah. Dia menunaikan sholat Jumat dan pulang dengan kesakitan. Orang-orang berkata kepadanya bahwa dia tidak boleh lagi duduk di atas kursi roda itu dan harus berbaring di atas tempat tidur selama enam bulan lamanya atau sekurang-kurangnya hingga dia pulih kembali. Dia bertemu dengan Ustadz idolanya itu setelah tiga bulan beristirahat. Dia tidak bersedih, dia bercerita kepada ustadz Nouman bahwa dia tidak pernah merasa berada dalam keadaan yang tenteram, damai dan tenang selepas sholat Jumat pertamanya itu di masjid. Dan dia berkata lagi "Ustadz tahu apa yang ingin saya lakukan setelah pulih? saya ingin menaiki mobil itu lagi dan pergi lagi ke masjid menunaikan sholat Jumat. Saya ingin kembali ke masjid karena saya tidak pernah merasakan keadaan seperti itu selain di masjid". Itu yang didapat bagi seseorang yang tidak memiliki apa-apa kecuali mata dan mulut yang masih berfungsi, sebuah kedamaiman atas keimanan yang sempurnah. Dia hanya mencintai masjid, mencintai Al-Qur'an, mencintai Allah Sang Pemilik Raga.
Dik, jika Allah boleh memberi petunjuk kepada Robert Davilla, tentu dia boleh memberi petunjuk kepada siapa saja. Kadang ketika kita kehilangan sedikit kenikmatan kita akan bertanya kenapa Allah memberi cobaan seperti ini. Lihatlah Robert Davilla dik, jika kita merasa kasihan melihat penderitannya, jika ada orang yang boleh kemudian berkata bahwa dia tidak percaya Tuhan, maka orang itu pastilah Robert. Dia akan berkata "Aku tidak percaya Tuhan, jika Tuhan itu ada kenapa aku ada dalam keadaan begini" Tapi dia tidak begitu, dia sangat bersyukur dengan hidupnya sekarang dan Ustadz Nouman berkata dia belum pernah bertemu dengan orang yang lebih bercahaya selain dia. Yang sangat bersyukur dan Ustadz Nouman sudah menganggapnya guru baginya. Bahwa Robert memberi inspirasi baginya. Seorang idola yang kemudian balik mengidolakan fansnya. Bahkan dalam beberapa khutbah setelah itu Ustadz Nouman mengutip dari surah-surah yang dibacakan oleh Robert dan mereka sudah menjadi akrab dan berencana akan berkunjung pada setiap hari raya ke rumah penjagaan itu menemui Robert.
Jadi dik, petunjuk itu ada sekeliling kita. Tidak perlu risau tentang sesuatu yang tidak ada. Allah mengatur segalanya. Rezekimu, hidup dan matimu ada dalam genggamannya. Kau tahu apa yang terjadi dengan pemuda Kahfi? Pemuda beriman yang tidur di dalam gua, ketika matahari terbit dari timur Allah akan membalikkan tubuh mereka, dan jika terbenam Allah membalikkan lagi tubuh mereka hingga tidak diterpa sinarnya. Allah yang memandu kita ketika kita tidur dik, berdoalah. Jika ketika tidur saja Allah memandu kita apalagi saat kita bangun dik. Dan begitulah Allah memberi petunjuk bagi siapa saja yang dikehendakinya. Dan janganlah kau risau bagaimana cara mendapat petunjuk itu. Itu bukan perkerjaan kita, kerja kita hanya taat, kerja kita hanya ikhlas, jujur dan mendekatkan diri. Allah yang akan memberi kita teman, guru, ilmu untuk dekat kepadaNya. Allah akan beri jalan dik. Ingatlah ini dik, aku berdo'a padamu setelah pencarian jati dirimu bahwa sejatinya kita adalah hamba yang punya tugas untuk patuh padaNya. Selamat melakukan perjalanan kepadaNya sebab seberapa jauhpun kau melangkah, sampai ke puncak everest sekalipun jika hatimu masih membumi kau tidak dapat apa-apa. Buatlah hatimu melangit dan kau akan mendapatkan kasihNya.
True story..
Dikisahkan oleh Ustadz Nouman Ali Khan Hamza by Youtube (boleh disearching 'Kisah Robert Davilla')
Ditulis oleh Hasdaria
Makassar, 3 Nopember 2015
Sabtu, 05 September 2015
Kisah Secret Admirer dalam Anime
Kali ini saya ingin bercerita tentang "Secret Admirer". Saya yakin semua pasti sudah pada tahu apa itu Secret Admirer. Yah, "Pengagum Rahasia". Bukannya mau menceritakan kalau saya sedang mengagumi seseorang atau semacamnya sebab memang tidak dalam kondisi seperti itu. Namun ini menarik saja buatku, seseorang yang mengagumi orang lain bahkan tanpa sepengetahuan orang tersebut. Bukan hanya dalam waktu satu dua hari tapi beberapa secret admirer sudah kagum bertahun-tahun. Saya jadi penasaran kenapa dan sampai kapan mereka bisa bertahan menahan perasaan mereka dan tidak mengatakannya. Mungkin mereka terlalu malu ketahuan atau berniat memendam sendiri perasaan itu.
Kisah pengagum rahasia juga hampir selalu menjadi pemanis dalam kisah-kisah romantis dalam film-film, sinetron, novel, cerpen dan sebagainya. Dan yang menarik perhatianku adalah kisah-kisah dalam beberapa anime yang belakangan ini saya tonton baik-baik. Bukannya saya seorang Otaku (Maniak Anime) tapi saya sangat suka mendownload dan menontonnya di waktu senggang.
Yang pertama kisah cinta Naruto dan Hinata. Siapa yang tidak tahu Anime yang diadopsi dari manga dengan judul yang sama karya Masashi Kishimoto. Hampir nangkring selama 15 tahun dan masih menjadi salah satu anime populer di kalangan anak-anak bahkan orang dewasa. Kisah cinta dalam anime ini memang menjadi daya tarik tersendiri terutama kisah cinta karakter utamanya Uzumaki Naruto. Naruto yang selalu mengejar-ngejar cinta Haruno Sakura semenjak masih di akademi sedangkan Sakura juga selalu mengagumi teman satu team mereka dalam team tujuh yang dipimpin Kakashi Sensei. Dan tanpa Naruto sadari kecil ada seorang gadis yang sudah mengaguminya diam-diam bahkan sebelum masuk akademi. Hyuga Hinata, gadis pemalu yang selalu canggung dan kurang percaya diri adalah satu-satunya gadis di kelasnya yang sebenarnya selalu mendukung Naruto saat semua orang menganggapnya bocah monster sebab ada Kyubi yang disegel oleh Yondaime Hokage yang tak lain adalah ayahnya sendiri sewaktu dia baru lahir.
Cinta Hinata bahkan tidak pernah diketahui oleh Naruto sebab dia tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Bahkan dalam beberapa adegan Hinata malah blushing bahkan pingsan saat bertemu Naruto. Sifat pemalunya dan kurang percaya diri selalu membuatnya seperti tidak punya kekuatan apa-apa, padahal dia mewarisi kekuatan mata byakugan dari klannya. Terlalu lembut bahkan kepada lawannya sendiri, itulah sebabnya ayahnya tidak terlalu percaya kepadanya untuk menjadikannya pemimpin di klannya kelak. Apalagi setelah dia kalah dari adiknya hanabi yang lebih muda lima tahun darinya. Hinata yang sedih atas kekalahannya berlari meninggalkan area pertarungan dan tanpa sengaja menabrak anak laki-laki bertubuh gempal yang juga seketika kehilangan es krimnya yang jatuh akibat tabrakan Hinata. Tidak mau terima akhirnya anak laki-laki itu mengerjai Hianta bersama dua orang temannya. Saat itulah muncul Naruto yang berniat menyelamatkan Hinata tapi malah babak belur dihajar anak-anak itu. Dari sinilah awal kekaguman Hinata kepada Naruto hingga mereka masuk akademi dan satu kelas.
Suatu hari guru mereka, Iruka Sensei menyuruh mereka menuliskan di kertas siapa yang ingin mereka temani untuk terakhir kalinya jika saja dunia tiba-tiba hancur. Naruto yang saat itu tidak mempercayai bakalan ada peristiwa tersebut tidak menuliskan siapa dan malah membuang kertasnya. Selain memang karena dia hidup sebatang kara sebab ayah ibunya meninggal di waktu dia masih bayi dan tak ada seorangpun teman yang dia miliki karena anak-anak di zamannya menghindarinya. Saat itulah Hinata mengambil pulpennya dan menuliskan nama Uzumaki Naruto di kertasnya sambil tersenyum. Kisah cinta Naruto dan Hinata berakhir pada film " Naruto The Last Movie". Film yang besetting tentang Konoha yang sudah damai pasca perang dunia ninja keempat dua tahun yang lalu. Naruto yang semakin populer sebab dialah pahlawan utama dalam perang dunia tersebut selalu dipuja-puja oleh kalangan gadis-gadis bahkan saat perayaan Rinnei (sepertinya perayaan tahunan ketika musim dingin tiba) Naruto mendapati banyak sekali hadiah dari fansnya. Tak mau ketinggalan Hinata juga berniat memberi Naruto hadiah yaitu syal buatan tangannya sendiri. namun ketika dia ingin memberikan kepada naruto, dia masih belum memiliki keberanian dan malah ciut nyalinya melihat naruto memakai syal pemberian dari seseorang yang menurut perkiraan Hinata, syal itu berasal dari salah satu fansnya naruto.
Naruto yang kelihatan bodoh dan tidak peka dengan perasaan Hinata akhirnya mengetahui sendiri perasaan Hinata padanya ketika mereka dalam misi penyelamatan hanabi yang diculik oleh anak buah Toneri yang berniat menghancurkan bumi dengan kekuatan mata tenseigan yang diaktifkan dengan byakugan milik Hanabi yang sebelumnya diambil oleh Toneri. Dalam perjalanan, mereka terperangkap dalam mimpi genjutsu musuh yang membuat korbannya masuk dalam mimpinya. Dalam mimpi itulah Naruto dibawa ke masa lampau. Saat mereka masih di akademi, Naruto melihat namanya ditulis oleh Hinata tentang siapa orang yang akan menemaninya ketika dunia akan hancur. saat ujian Chunin dan baru saja Naruto berhasil mengalahkan Kiba teman satu team Hinata dan Hinata menawarinya balsem untuk menyembuhkan luka-lukanya. Kemudian Naruto dibawa kembali saat dia melawan Pain dan ketika Naruto terdesak Hinatalah yang menyelamatkannya. Dan ketika Naruto bertanya kenapa Hinata malah datang dan mempertaruhkan nyawanya, dengan jelas Hinata menjawab bahwa dia tidak punya alasan apa-apa kecuali karena dia mencintai Naruto. Dan dalam mimpinya jugalah Naruto mengetahui jika Hinata ingin memberinya syal di perayaan Rinnei Festival.
Selama ini Naruto hanya menganggap Hinata sebagai teman satu kelasnya. Teman sesama Ninja dari Konohagakure dan sangat jarang berbicara dengan Hinata kecuali jika mereka bersama dalam satu tim. Dan setelah sadar dari genjutsu, naruto mulai memperhatikan Hinata dan memulai berbicara dengannya. Bahkan menunggui Hinata yang sibuk memperbaiki syal yang akan diberikan kepada Naruto tempo lalu tapi tidak jadi dan rusak saat Hinata ingin diculik juga oleh anak buah Toneri tapi gagal karena diselamatkan oleh Naruto. Karena sudah mengetahui perasaan Hinata padanya dan selalu bersama dalam misi ini, Naruto juga mulai memiliki rasa dan agak kikuk di depan Hinata dan pada suatu malam saat Hinata merapikan rajutan syalnya, naruto menghampirinya dan mengajaknya ngobrol. Saat itu Hinata merasa tidak berguna sebagai kakak, sebab dia hanya merajut saja padahal adiknya dalam bahaya. Naruto yang merasa khawatir mengatakan jika dia akan menyelamatkan Hanabi dan dibalas oleh Hinata dan mengatakan kalau Naruto memang orang yang sangat baik. Naruto yang agag kikuk jadi salah tingkah dan mengatakan jika dia berlaku baik bukan hanya karena dia mencintai Hinata tapi juga mengkhawatirkan hanabi. Hinata yang mendengarnya ingin memastikan apa yang dikatakan Naruto dan menyuruh naruto mengulang apa yang dikatakannya. malah naruto berkata bahwa dia mengkhawatirkan hanabi. Hinata berkata, bukan itu, yang sebelumnya. "Yang sebelumnya?" tanya Naruto, dia lupa dan Hinata berhenti bertanya. Dan tiba-tiba saja Naruto berkata "Hinata, aku mencintaimu".. so sweet. Hinata yang agak syok, hanya diam terpaku tanpa berkata apa-apa membuat suasana hening hingga datanglah Toneri hendak menjemput Hinata yang sebelumnya sudah menjelaskan pada Hinata keadaan Hanabi dalam istananya beberapa waktu yang lalu saat mereka masih dalam perjalanan dan baru saja lolos dari genjutsu mimpi. Hinata yang sudah berniat menyelamatkan Hanabi ikut saja bersama Toneri yang sebelumnya memberikan syal yang selesai dirajutnya kepada Naruto. Naruto yang tidak terima, mengejar Toneri dan berniat menyelamatkan Hinata namun malah sakit hati sebab Toneri berkata bahwa Hinatalah yang berniat mengikutinya dan sudah takdir mereka untuk dinikahkan. Hingga Toneri memberikannya jutsu yang membuat cakranya terkuras banyak dengan sia-sia dan mebuat lubang yang menghubungkan tempat yang mereka tampati sekarang denga bulan, ada bumi bulat terlihat dari balik lubang tersebut. Naruto sekarat dan tidak sadarkan diri, dalam pingsannya tersebut, dia menyebut-nyebut nama hinata berulang-ulang. Hingga tiga hari lamanya naruto baru sadar, bukannya langsung berniat menyelamatkan Hinata, naruto yang galau hanya tidur-tiduran memikirkan Hinata. Shikamaru, ketua timpun menyadarkan Naruto dan mengajaknya untuk segera menyelamatkan Hinata dan Hanabi. Shikamaru berkata jika Naruto menyerah soal wanita kenapa dia tidak menyerah juga menjadi Hokage, Diketahui cita-cita Naruto sewaktu kecil, dia ingin menjadi Hokage yang melindungi desa. akhirnya naruto sadar saat sebelumnya dia mendapati sakura yang juga sakit akibat penyaluran hampir semua cakranya untuk mencegah Naruto sekarat. Sakura menjelaskan bahwa Hinata pergi pasti memiliki alasan yang tidak bisa dia sampaikan. Dan menanyakan kepada Naruto bahwa dia benar-benar cinta kepada Hinata saat ini tidak sama waktu dia mengatakan cinta kepada Sakura dulu hanya karena Naruto tidak mau kalah dari Sasuke. Sakira berkata, Hinata gadis yang baik bahkan sangat baik untuk naruto. Dan Sakura meyakinkan Naruto bahwa ketika seoramg gadis jatuh cinta, perasaannya itu tidak akan mudah berubah.
Naruto kemudian menyadari cinta Hinata padanya bahwa cintanya seperti syal yang dia rajutkan padanya. Menunggu waktu yang lama untuk bisa diberikan kepada orang, seperti perasaan yang butuh waktu yang lama untuk diungkapkan. Narutopun berjanji akan menyelamatkan Hinata. Berangkatlah mereka menyelamatkan Hinata dan Hanabi memasuki istana Toneri. Naruto dan Shikamaru meneyelamatkan Hinata sedangkan Sakura dan Sai menyelamatkan Hanabi.
Begitulah akhirnya Hinata dan Hanabi bisa diselamatkan dan bumipun selamat. Sepulang dari misi Hinata bertanay kepada Naruto siapa yang memberinya syal yang dia pakai tempo hari. Naruto menjawab itu adalah syal rajutan ibunya yang terakhir. Naruto pun mengajak Hinata pulang ke bumi dengan menggenggam tangannya,,etss dan mengatakan bahwa dulu pada saat di akademi ketika guru Iruka menanyakan siapa yang akan dia ditemani ketika bumi akan hancur, naruto tidak bisa menulis siapa-siapa karena dia tidak punya keluarga dan teman. Dan untuk sekarang dia tahu siapa yang akan dia tulis, dia berkata dia akan menulis nama Hinata dan ingin bersamanya sampai akhir hidupnya,,so sweet. Di akhir film The Last ini, dikisahkan Naruto dan Hinata akhirnya menikah dan memiliki dua orang anak yang diberi nama Boruto dan Himawari.. Pada Film Naruto yang terakhir yaitu "Boruto Naruto The Movie" menayangkan masa depan anak-anak Naruto dan kawan-kawannya. Seperti anak Sakura dan Sasuke yaitu Sarada. Anak Shikamaru dan Temari, Shikadai. Chouco anak Chouji dan Karui (Ninja dari Kumogakure). Inojin anak Sai dan Ino. Dan ada anak misterius, Mitsuki yang di akhir film disebutkan anak dari Orochimaru..
Itulah salah satu anime dengan kisah Secret Admirer nya.. tunggu kelanjutan Anime dengan kisah Secret Admirer yang lain...
Kisah pengagum rahasia juga hampir selalu menjadi pemanis dalam kisah-kisah romantis dalam film-film, sinetron, novel, cerpen dan sebagainya. Dan yang menarik perhatianku adalah kisah-kisah dalam beberapa anime yang belakangan ini saya tonton baik-baik. Bukannya saya seorang Otaku (Maniak Anime) tapi saya sangat suka mendownload dan menontonnya di waktu senggang.
Yang pertama kisah cinta Naruto dan Hinata. Siapa yang tidak tahu Anime yang diadopsi dari manga dengan judul yang sama karya Masashi Kishimoto. Hampir nangkring selama 15 tahun dan masih menjadi salah satu anime populer di kalangan anak-anak bahkan orang dewasa. Kisah cinta dalam anime ini memang menjadi daya tarik tersendiri terutama kisah cinta karakter utamanya Uzumaki Naruto. Naruto yang selalu mengejar-ngejar cinta Haruno Sakura semenjak masih di akademi sedangkan Sakura juga selalu mengagumi teman satu team mereka dalam team tujuh yang dipimpin Kakashi Sensei. Dan tanpa Naruto sadari kecil ada seorang gadis yang sudah mengaguminya diam-diam bahkan sebelum masuk akademi. Hyuga Hinata, gadis pemalu yang selalu canggung dan kurang percaya diri adalah satu-satunya gadis di kelasnya yang sebenarnya selalu mendukung Naruto saat semua orang menganggapnya bocah monster sebab ada Kyubi yang disegel oleh Yondaime Hokage yang tak lain adalah ayahnya sendiri sewaktu dia baru lahir.
Cinta Hinata bahkan tidak pernah diketahui oleh Naruto sebab dia tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Bahkan dalam beberapa adegan Hinata malah blushing bahkan pingsan saat bertemu Naruto. Sifat pemalunya dan kurang percaya diri selalu membuatnya seperti tidak punya kekuatan apa-apa, padahal dia mewarisi kekuatan mata byakugan dari klannya. Terlalu lembut bahkan kepada lawannya sendiri, itulah sebabnya ayahnya tidak terlalu percaya kepadanya untuk menjadikannya pemimpin di klannya kelak. Apalagi setelah dia kalah dari adiknya hanabi yang lebih muda lima tahun darinya. Hinata yang sedih atas kekalahannya berlari meninggalkan area pertarungan dan tanpa sengaja menabrak anak laki-laki bertubuh gempal yang juga seketika kehilangan es krimnya yang jatuh akibat tabrakan Hinata. Tidak mau terima akhirnya anak laki-laki itu mengerjai Hianta bersama dua orang temannya. Saat itulah muncul Naruto yang berniat menyelamatkan Hinata tapi malah babak belur dihajar anak-anak itu. Dari sinilah awal kekaguman Hinata kepada Naruto hingga mereka masuk akademi dan satu kelas.
Suatu hari guru mereka, Iruka Sensei menyuruh mereka menuliskan di kertas siapa yang ingin mereka temani untuk terakhir kalinya jika saja dunia tiba-tiba hancur. Naruto yang saat itu tidak mempercayai bakalan ada peristiwa tersebut tidak menuliskan siapa dan malah membuang kertasnya. Selain memang karena dia hidup sebatang kara sebab ayah ibunya meninggal di waktu dia masih bayi dan tak ada seorangpun teman yang dia miliki karena anak-anak di zamannya menghindarinya. Saat itulah Hinata mengambil pulpennya dan menuliskan nama Uzumaki Naruto di kertasnya sambil tersenyum. Kisah cinta Naruto dan Hinata berakhir pada film " Naruto The Last Movie". Film yang besetting tentang Konoha yang sudah damai pasca perang dunia ninja keempat dua tahun yang lalu. Naruto yang semakin populer sebab dialah pahlawan utama dalam perang dunia tersebut selalu dipuja-puja oleh kalangan gadis-gadis bahkan saat perayaan Rinnei (sepertinya perayaan tahunan ketika musim dingin tiba) Naruto mendapati banyak sekali hadiah dari fansnya. Tak mau ketinggalan Hinata juga berniat memberi Naruto hadiah yaitu syal buatan tangannya sendiri. namun ketika dia ingin memberikan kepada naruto, dia masih belum memiliki keberanian dan malah ciut nyalinya melihat naruto memakai syal pemberian dari seseorang yang menurut perkiraan Hinata, syal itu berasal dari salah satu fansnya naruto.
Naruto yang kelihatan bodoh dan tidak peka dengan perasaan Hinata akhirnya mengetahui sendiri perasaan Hinata padanya ketika mereka dalam misi penyelamatan hanabi yang diculik oleh anak buah Toneri yang berniat menghancurkan bumi dengan kekuatan mata tenseigan yang diaktifkan dengan byakugan milik Hanabi yang sebelumnya diambil oleh Toneri. Dalam perjalanan, mereka terperangkap dalam mimpi genjutsu musuh yang membuat korbannya masuk dalam mimpinya. Dalam mimpi itulah Naruto dibawa ke masa lampau. Saat mereka masih di akademi, Naruto melihat namanya ditulis oleh Hinata tentang siapa orang yang akan menemaninya ketika dunia akan hancur. saat ujian Chunin dan baru saja Naruto berhasil mengalahkan Kiba teman satu team Hinata dan Hinata menawarinya balsem untuk menyembuhkan luka-lukanya. Kemudian Naruto dibawa kembali saat dia melawan Pain dan ketika Naruto terdesak Hinatalah yang menyelamatkannya. Dan ketika Naruto bertanya kenapa Hinata malah datang dan mempertaruhkan nyawanya, dengan jelas Hinata menjawab bahwa dia tidak punya alasan apa-apa kecuali karena dia mencintai Naruto. Dan dalam mimpinya jugalah Naruto mengetahui jika Hinata ingin memberinya syal di perayaan Rinnei Festival.
Selama ini Naruto hanya menganggap Hinata sebagai teman satu kelasnya. Teman sesama Ninja dari Konohagakure dan sangat jarang berbicara dengan Hinata kecuali jika mereka bersama dalam satu tim. Dan setelah sadar dari genjutsu, naruto mulai memperhatikan Hinata dan memulai berbicara dengannya. Bahkan menunggui Hinata yang sibuk memperbaiki syal yang akan diberikan kepada Naruto tempo lalu tapi tidak jadi dan rusak saat Hinata ingin diculik juga oleh anak buah Toneri tapi gagal karena diselamatkan oleh Naruto. Karena sudah mengetahui perasaan Hinata padanya dan selalu bersama dalam misi ini, Naruto juga mulai memiliki rasa dan agak kikuk di depan Hinata dan pada suatu malam saat Hinata merapikan rajutan syalnya, naruto menghampirinya dan mengajaknya ngobrol. Saat itu Hinata merasa tidak berguna sebagai kakak, sebab dia hanya merajut saja padahal adiknya dalam bahaya. Naruto yang merasa khawatir mengatakan jika dia akan menyelamatkan Hanabi dan dibalas oleh Hinata dan mengatakan kalau Naruto memang orang yang sangat baik. Naruto yang agag kikuk jadi salah tingkah dan mengatakan jika dia berlaku baik bukan hanya karena dia mencintai Hinata tapi juga mengkhawatirkan hanabi. Hinata yang mendengarnya ingin memastikan apa yang dikatakan Naruto dan menyuruh naruto mengulang apa yang dikatakannya. malah naruto berkata bahwa dia mengkhawatirkan hanabi. Hinata berkata, bukan itu, yang sebelumnya. "Yang sebelumnya?" tanya Naruto, dia lupa dan Hinata berhenti bertanya. Dan tiba-tiba saja Naruto berkata "Hinata, aku mencintaimu".. so sweet. Hinata yang agak syok, hanya diam terpaku tanpa berkata apa-apa membuat suasana hening hingga datanglah Toneri hendak menjemput Hinata yang sebelumnya sudah menjelaskan pada Hinata keadaan Hanabi dalam istananya beberapa waktu yang lalu saat mereka masih dalam perjalanan dan baru saja lolos dari genjutsu mimpi. Hinata yang sudah berniat menyelamatkan Hanabi ikut saja bersama Toneri yang sebelumnya memberikan syal yang selesai dirajutnya kepada Naruto. Naruto yang tidak terima, mengejar Toneri dan berniat menyelamatkan Hinata namun malah sakit hati sebab Toneri berkata bahwa Hinatalah yang berniat mengikutinya dan sudah takdir mereka untuk dinikahkan. Hingga Toneri memberikannya jutsu yang membuat cakranya terkuras banyak dengan sia-sia dan mebuat lubang yang menghubungkan tempat yang mereka tampati sekarang denga bulan, ada bumi bulat terlihat dari balik lubang tersebut. Naruto sekarat dan tidak sadarkan diri, dalam pingsannya tersebut, dia menyebut-nyebut nama hinata berulang-ulang. Hingga tiga hari lamanya naruto baru sadar, bukannya langsung berniat menyelamatkan Hinata, naruto yang galau hanya tidur-tiduran memikirkan Hinata. Shikamaru, ketua timpun menyadarkan Naruto dan mengajaknya untuk segera menyelamatkan Hinata dan Hanabi. Shikamaru berkata jika Naruto menyerah soal wanita kenapa dia tidak menyerah juga menjadi Hokage, Diketahui cita-cita Naruto sewaktu kecil, dia ingin menjadi Hokage yang melindungi desa. akhirnya naruto sadar saat sebelumnya dia mendapati sakura yang juga sakit akibat penyaluran hampir semua cakranya untuk mencegah Naruto sekarat. Sakura menjelaskan bahwa Hinata pergi pasti memiliki alasan yang tidak bisa dia sampaikan. Dan menanyakan kepada Naruto bahwa dia benar-benar cinta kepada Hinata saat ini tidak sama waktu dia mengatakan cinta kepada Sakura dulu hanya karena Naruto tidak mau kalah dari Sasuke. Sakira berkata, Hinata gadis yang baik bahkan sangat baik untuk naruto. Dan Sakura meyakinkan Naruto bahwa ketika seoramg gadis jatuh cinta, perasaannya itu tidak akan mudah berubah.
Naruto kemudian menyadari cinta Hinata padanya bahwa cintanya seperti syal yang dia rajutkan padanya. Menunggu waktu yang lama untuk bisa diberikan kepada orang, seperti perasaan yang butuh waktu yang lama untuk diungkapkan. Narutopun berjanji akan menyelamatkan Hinata. Berangkatlah mereka menyelamatkan Hinata dan Hanabi memasuki istana Toneri. Naruto dan Shikamaru meneyelamatkan Hinata sedangkan Sakura dan Sai menyelamatkan Hanabi.
Begitulah akhirnya Hinata dan Hanabi bisa diselamatkan dan bumipun selamat. Sepulang dari misi Hinata bertanay kepada Naruto siapa yang memberinya syal yang dia pakai tempo hari. Naruto menjawab itu adalah syal rajutan ibunya yang terakhir. Naruto pun mengajak Hinata pulang ke bumi dengan menggenggam tangannya,,etss dan mengatakan bahwa dulu pada saat di akademi ketika guru Iruka menanyakan siapa yang akan dia ditemani ketika bumi akan hancur, naruto tidak bisa menulis siapa-siapa karena dia tidak punya keluarga dan teman. Dan untuk sekarang dia tahu siapa yang akan dia tulis, dia berkata dia akan menulis nama Hinata dan ingin bersamanya sampai akhir hidupnya,,so sweet. Di akhir film The Last ini, dikisahkan Naruto dan Hinata akhirnya menikah dan memiliki dua orang anak yang diberi nama Boruto dan Himawari.. Pada Film Naruto yang terakhir yaitu "Boruto Naruto The Movie" menayangkan masa depan anak-anak Naruto dan kawan-kawannya. Seperti anak Sakura dan Sasuke yaitu Sarada. Anak Shikamaru dan Temari, Shikadai. Chouco anak Chouji dan Karui (Ninja dari Kumogakure). Inojin anak Sai dan Ino. Dan ada anak misterius, Mitsuki yang di akhir film disebutkan anak dari Orochimaru..
Itulah salah satu anime dengan kisah Secret Admirer nya.. tunggu kelanjutan Anime dengan kisah Secret Admirer yang lain...
Langganan:
Postingan (Atom)
