Ada yang tumpah ruah karena sudah terlalu penuh dari dalam hatiku yaitu rindu.
Ada yang menyesak mencoba meloloskan diri menembus dinding-dinding sukmaku yaitu lagi-lagi rindu.
Ada yang kelelahan bahkan berpeluh-peluh tak beraturan menyisakan detak kencang yang saling bersahutan dan itu sekali lagi adalah rindu.
Ada yang menyesak mencoba meloloskan diri menembus dinding-dinding sukmaku yaitu lagi-lagi rindu.
Ada yang kelelahan bahkan berpeluh-peluh tak beraturan menyisakan detak kencang yang saling bersahutan dan itu sekali lagi adalah rindu.
Dan ada yang tetap bertahan tak ingin berhenti, walau akal selalu menyerangnya dengan logika yang paling mematikan sekalipun, yaitu keyakinan yang bermesraan dengan pengertian.
Mereka selalu memaksa dan menyuruh untuk berharap meski dengan teganya menciptakan air mata. Herannya, pada setiap waktu yang bersarang kata tunggu masih juga tak mau mengalah hanya karena marah dan cemburu.
Kekuatan apa yang hati miliki sehingga begitu perkasa menjaga percaya meski tak pernah ada kata "jangan menyerah"...darimu. Sekali lagi aku bertanya kekuatan apa, hm?
Mereka selalu memaksa dan menyuruh untuk berharap meski dengan teganya menciptakan air mata. Herannya, pada setiap waktu yang bersarang kata tunggu masih juga tak mau mengalah hanya karena marah dan cemburu.
Kekuatan apa yang hati miliki sehingga begitu perkasa menjaga percaya meski tak pernah ada kata "jangan menyerah"...darimu. Sekali lagi aku bertanya kekuatan apa, hm?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar