Rabu, 12 April 2017

Alunan Subuh

Adalah rembulan dengan pijar mempesona mengintip di balik jendela kaca. Dua tiga anak berteriak meneriakkan nyanyian sendu di bawah sana. Sesubuh ini tuntas tugas mereka, sujud-sujud di selayaknya sepi pertiga malam telah tunai oleh wajah-wajah pendamba indah keimanan. Lantunan ayat masih mengalir deras dari beberapa bibir mungil yang tengah meroja'ah. Tinggal menggenggam piala kemenangan atas lelah yang berharap Lillah. Fajar sebentar lagi menyapa, subuh sebentar lagi mengalun, ada wajah-wajah kantuk yang siap tersucikan wudhu. Maka, adakah dua rakaat yang lebih mulia selain dua rakaat sebelum subuh yang lebih baik dari bumi, langit serta segenap isinya yang menanti untuk ditegakkan? Dan para pendamba indah keimanan, telahkah bangkit dari dalam selimut yang penuh godaan? Ataukah masih enggan dan menanti saat cahaya rembulan tergantikan cahaya sang surya yang masuk menyeruak kamar-kamar melewati kaca jendela? Dan hidup di dunia hanya sekali, hidup kekal telah menanti, maut akan dilewati, surga atau nerakakah tempat kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar