Tarian Pena

Menarilah penaku, hingga kau menemukan dirimu..

Rabu, 26 April 2017

Tawa Waktu

Waktu terus menertawaiku. Seperti kau yang dengan teganya menertawai tangisanku. Tidak cukupkah masa yang berteriak patah-patah oleh kenangan yang kian menguat? Apa sabar perlu diuji, sedang marah masih basah oleh kata maaf?
Diposting oleh Unknown di 05.48
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2019 (14)
    • ►  Januari (14)
  • ►  2018 (65)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (23)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (28)
  • ▼  2017 (58)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Mei (2)
    • ▼  April (20)
      • Kematianku
      • Suara Keagungan
      • Tawa Waktu
      • Senyum Bijak
      • Menunggu
      • Ngambek
      • Kau yang Sedang Sakit di sana
      • Sakit
      • Sakau
      • Pesan Rindu
      • Setia
      • Alunan Subuh
      • Hadiah dari Do'a
      • Ada Rindu
      • Menahan Diri
      • Kau
      • Gamang
      • Mama, Bagaimanalah Bentuk Baktiku Padamu?
      • Rona Jingga
      • Hakikat Umur
    • ►  Maret (17)
    • ►  Februari (18)
  • ►  2016 (42)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (13)
    • ►  Oktober (23)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  Desember (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Januari (4)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Total Tayangan Halaman

Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.