Minggu, 16 April 2017

Kau yang Sedang Sakit di sana

Hari ini aku mendengar bahwa kau sedang sakit. Parah? Semoga tidak. Jikapun iya, semoga Allah segera angkat penyakitmu, semoga dengannya pula berguguran dosa-dosamu. Berbahagialah, Allah sedang mengelus lembut kepalamu sekarang. Dia ingin kau lebih lama mengingatNya, menyebut namaNya, juga berlama-lama dalam sujud-sujud panjangmu kepadaNya. Kau harus yakin, Allah tak pernah meninggalkan hambaNya sekalipun. Mendengar engkau sakit, aku sungguh sangat sedih sekaligus tiba-tiba mengingat sebuah kisah luar biasa. Mau kuceritakan? Semoga setelah ini, kaupun yakin bahwa segala apapun yang terjadi di dunia ini, ada campur tangan Allah di dalamnya.
Ada seorang dokter, namanya Dr.Ishan, dia berasal dari Pakistan. Dia seorang ahli syaraf terkemuka, sangat terkenal, dia salah seorang dokter terbaik di negaranya. Untuk berobat kepadanya, kau harus menunggu waktu berbulan-bulan untuk bisa membuat janji dengannya. Sangat sulit ditemui. Sebab dia adalah dokter yang mempunyai jam terbang yang sangat padat, hampir setiap hari dia harus berkunjung dari satu kota ke kota lainnya, banyak kota, bukan hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri.
Suatu hari, saat sedang berada dalam sebuah penerbangan ke sebuah kota. Tiba-tiba langit mendung, awan hitam membesar, kilat menyambar-nyambar dan hujan mulai turun. Keadaan itu membuat banyak goncangan dan salah satu mesin pesawat terkena petir. Keadaan yang sangat menegangkan. Pesawat yang mereka tumpangi adalah pesawat berkapasitas kecil, hanya memuat beberapa orang saja. Mesin pesawatpun rusak dan membuat mereka harus melakukan pendaratan darurat di sebuah bandara kecil terdekat. Mereka ternyata mendarat di sebuah daerah terpencil, pedalaman yang jauh dari kota. Sehingga untuk memperbaiki pesawat ini dan kemudian melanjutkan penerbangan sangat mustahil dilakukan.
Dr. Ishan yang mempunyai urusan penting, mungkin untuk memenuhi janji melakukan pengobatan kepada pasiennya pun menanyakan hal ini kepada sang pilot. Sang pilot hanya menggeleng dan mengatakan bahwa butuh waktu lama untuk bisa sampai di kota yang hendak dokter ini tuju dan memberi masukan agar menaiki mobil. Mereka butuh waktu tiga jam untuk sampai di sana. Dan Dr. Ishan akhirnya menaiki sebuah taxi yang sekiranya membawanya ke kota sebelah dari daerah terpencil di Pakistan itu. Sesaat setelah menaiki taxinya, tiba-tiba langit kembali mendung, kilat menyambar, petir bersahutan dan hujan deras mengguyur. Hal itu membuat taxi itu tidak bisa bergerak oleh karena jalanan yang berlumpur tinggi dan air yang membanjir. Mereka kemudian sadar bahwa mereka tengah berada di area terbuka yang terbentang sawah-sawah dan mereka tidak bisa kemana-mana. Dalam kekalutan mengingat mereka terjebak di sana, tiba-tiba sang dokter melihat ada sebuah rumah kecil di tengah-tengah sawah. Diapun berujur kepada teman perjalanannya untuk singgah di rumah kecil untuk bisa sholat dan istirahat sampai hujan redah.
Mereka akhirnya memutuskan untuk mendatangi rumah tersebut dan mengetuk pintunya. Sungguh daerah yang sangat jauh dari perkampungan, tempat terpencil. Rumah kecil itu bahkan satu-satunya rumah yang ada di tengah-tengah sawah tersebut. Dr. Ishan kemudian mengetuk pintu rumah tersebut dengan tetap membawa tas kecil peralatan medisnya. Setelah beberapa saat, seorang nenek tua membuka pintunya dan dokter kemudian menceritakan apa yang sedang mereka alami dan memohon izin untuk istirahat dan juga sholat sambil menunggu hujan deras itu redah. Nenek itu berkata, "Tidak masalah, engkau boleh masuk." Nenek itu mempunyai mushollah kecil yang dilengkapi oleh sajadah. Di sana juga ada seorang anak kecil yang sedang terbaring. Dan setiap beberapa waktu, sang nenek mengecek keadaan anak itu. Nenek itu duduk di mushollah, berdo'a dan menunaikan sholat.
Dr. Ishan dan temannya akhirnya selesai menunaikan hajatnya, menyelesaikan sholat dan keperluan lainnya. Ketika mereka hendak pergi, mereka mengucapkan terimakasih dengan tulus dan tidak lupa menanyakan tentang apa yang terjadi dengan anak kecil yang terbaring di Mushollah itu. Mereka meyakini bahwa anak itu sedang sakit. Nenek itu menjawab bahwa anak itu seorang yatim dan anak itu sedang sakit, sakit yang sangat parah. Nenek itu menceritakan perjuangannya mengunjungi semua dokter yang ada di daerah tersebut guna menyembuhkan anak kecil yang adalah cucunya sendiri. Nenek ini berkisah bahwa tidak ada satupun dari dokter itu yang dapat menyembuhkan penyakit cucunya. Dan kata dokter-dokter tersebut bahwa hanya ada satu dokter spesialis yang dapat menolong cucunya. Nenek ini bahkan sudah membuat janji bertemu dengan sang dokter, akan tetapi butuh waktu enam bulan lagi untuk bisa menemuinya dan juga tempat praktek dokter tersebut sangatlah jauh. Maka, setiap hari apa yang dilakukan oleh nenek ini? Sholat dan berdo'a tiada henti, memohon agar dimudahkan bertemu dengan dokter tersebut, memohon agar anak ini segera disembuhkan oleh Allah, memohon dimudahkan dan dimudahkan segala urusannya.
Dokterpun bertanya, "Siapakah nama spesialis itu?"
"Dia adalah Dr.Ishan." Mendengar itu, Dr.Ishan langsung menangis, seketika itu juga ia menjadi sesenggukan pun temannya. "Mengapa kau menangis?" Tanya nenek heran melihat orang di depannya menangis.
"Do'amu baru saja dijawab oleh Allah." Ucap Dr. Ishan mencoba menahan air matanya. "Karena do'amu untuk cucumu, petir menggelegar, hujan turun seketika, kilat menyambar, sambarannya mengenai mesin pesawat. Kami akhirnya harus mendarat darurat, memaksa kami menaiki taxi agar dapat sampai di kota sebelah. Dan lagi Allah mengirim kilat dan petir serta hujan yang deras hingga kami tidak bisa melanjutkan perjalanan kami dan sampailah sekarang kami ada di rumahmu." Dr.Ishan menyeka air mata yang masih mengucur deras di wajahnya.
"Aku adalah Dr.Ishan." Tahukah kau? Hujan deras langsung berhenti saat itu juga. Sang nenek langsung bersujud dan menangis penuh haru. MaasyaaAllah. Lagi, bentuk cinta Allah sangat lembut, cinta yang luar biasa. AllahuAkbar!
Kau yang sedang sakit di sana. Yakinlah, tentara Allah tiada batasnya. Allah punya kuasa atas segala yang terbentang di alam semesta ini. Jika Dia menghendaki sesuatu terjadi, maka tentara-tentaraNya ini akan bergerak memudahkan urusan-urusan hambaNya yang berpenuh harap padaNya. Maka, kau yang sedang sakit di sana, aku turut mendo'akan kesembuhanmu. Jangan lupa untuk selalu memohon kesembuhan dariNya, dimudahkan segala urusan. Ingatlah, tak ada satu kejadianpun yang menimpa kita tanpa ada campur tangan Allah. Syafakallahu thohurun insyaaAllah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar