Rabu, 26 April 2017

Senyum Bijak

Dari jauh kulihat dia mengepalkan kedua tangan dan menghentakkan sedikit ke arah pinggang. Dia tidak sedang memenangkan sebuah pertandingan yang membuatnya melakukan pose seperti itu sambil berkata "yes", tapi saat melihatku sedang kepayahan menyelesaikan tugasku, dia memandangku sesaat melakukan pose seperti itu sambil melempar senyum khasnya yang bijak. 
"Semangat! Kamu bisa,," Begitu kira-kira terkaanku soal pikirannya yang tak sempat dia teriakkan, dia berada di seberang jalan yang memisahkan kami dengan banyaknya kendaraan lalu lalang. Dia sepertinya sadar bahwa aku selalu dapat menerka maksud isyaratnya meski tak perlu teriakan kencang untuk meyakinkanku. Sungguh, terimakasih untuk dukungannya selama ini. Aku merasa kuat meski hanya melihat senyum bijakmu itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar