Minggu, 09 April 2017

Menahan Diri

Tadi siang sempat emosi, walau tak sampai ngomel ngedumel nggak jelas yang ujung-ujungnya bakalan menambah hati yang terluka. Hanya helaan nafas panjang ditambah pengumuman kecil yang sedikit mengarah ancaman. Hal sepele memang, HP terreset ulang yang membuat segala data yang tersimpan hangus, hilang tak berjejak disertai semua aplikasi ludes yang butuh didownload dan diinstal ulang. Penyebabnya sederhana, seorang eh, tidak beberapa orang adik di sini yang memang tangannya super jahil, akibat tidak mendapat izin mengeksplor isi dalam smartphoneku. Maka, mereka mencoba berbagai pola pada sistem keamanan untuk mencoba membuka kuncinya. Sebenarnya, saya bukan tipe orang yang suka membuat pola, sandi, pin dsb untuk mengamankan smartphone yang ujung-ujungnya sebenarnya bikin rempong diri sendiri. Tapi, di sini ada beberapa aturan yang memaksa untuk membuat pola-pola rumit tersebut. Dan hasilnya, hari ini harus mengelus dada berkali-kali, bukan adegan sedang menenangkan diri untuk menguat-nguatkan hati. Tapi memang belakangan jika sedang marah besar, serasa ada yang menekan aorta jantung, membuatnya berdebar begitu kencang dan menyisakan denyut kecil di dada. Eh, agak lebay, tapi sepertinya hal itu yang membuat tak bisa melakonkan peran mak emak yang harus volume besar saat ingin memarahi anaknya yang sedang berbuat ulah.
Tapi, di balik peristiwa tidak mengenakkan, selalu ada hikmah yang tersembunyi di sana. Hanya kita saja yang harus jeli menemukannya. Jadi begini, akibat smartphone yang tiba-tiba tereset tadi, maka semua aplikasi yang sudah terinstal ulang adalah bentuk perbaikan terbaru yang kemarin-kemarin ingin saya perbaharui tapi tidak bisa dikarenakan tidak ada lagi ruang penyimpanan. Masalah data yang hilang, yah palingan cuma foto produk yang ingin diiklankan yang besok-besok juga bisa dilakukan lagi prosesi pemotretannya, dan bisa jadi menghasilkan foto yang lebih bagus. Positif thinking ajalah. Yang bikin sedih mungkin adalah beberapa episode terbaru Naruto yang sudah saya download dan belum dipindahkan ke laptop juga raib. Eh, eh kan masih bisa download ulang ding, haha.
Yah, poin pentingnya adalah dikasih kesempatan untuk belajar menahan diri untuk tidak mencak-mencak di hadapan adik-adik yang bertangan jahil. Kan, setiap orang adalah ujian bagi orang lain yah. Jadi yah nikmati saja dan kalau perlu tertawai saja kejahilan mereka. Toh, mereka kan juga masih anak-anak. :D :D :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar