Minggu, 16 April 2017

Sakit

"Udah dulu yah, perutku sakit sekali." Ucapku menahan sakit seraya berniat memutuskan sambungan telepon darinya.
"Ntar, kamu ke toilet aja, pasti mau buang air kan?"
"Nggak..." Kali ini jawabku sambil meremas seprei kasurku. Sakit yang melilit di perutku makin menjadi.
"Aku tahu kamu, kamu kan suka buang air pas habis makan, kamu juga suka kentut di mana-mana. Hahahah.." Laki-laki di ujung telepon ini malah cengengesan bahkan masih saja ngotot. Sambungan telepon langsung kumatikan. Sakit di perutku sudah menjalar sampai ke belakangku, hingga ke pahaku.
Seminggu kemudian aku mendapati wajahnya dengan ekspresi yang sulit kuterka. Entah sedang memikirkan apa sesaat setelah melihat aku didorong keluar dari ruang bedah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar