Rabu, 12 April 2017

Hadiah dari Do'a

Sudah sampai di mana perjalananmu? Apa semakin jauh dan berat? Tenanglah, begini, aku pernah mendengar nasihat baik yang sangat indah soal 'perjalanan yang berat?'. Sini saya bisikkan, ehm, di manapun sekarang kakimu berpijak, di manapun punggungmu sedang rebahan yakinlah bahwa itu adalah buah dari do'a-do'a yang kau panjatkan atau do'a orang-orang yang terpanjatkan untukmu. Dan jika langkahmu semakin berat oleh medan yang rasanya begitu sulit kau taklukkan, maka yakinlah bahwa itu adalah ruang yang semestinya kau lewati dahulu untuk menuju puncak yang menjanjikan keindahan. Sebab, barangkali dahulu ada do'a yang begitu indah dan luar biasa yang kau panjatkan pun yang terpanjatkan untukmu yang sekiranya hendak dikabulkan oleh Sang Pengabul Do'a, namun kau harus melewati beberapa fase yang berat bahkan menyakitkan sekalipun. Jadi, intinya nikmati saja pedih-pedih itu, sesak-sesak itu karena di ujung setiap ujian telah menanti takdir indah yang siap kau syukuri dengan sangat. Sampai, ketika kau telah mendapatkannya, air mata harumu akan menjadi saksi betapa kau adalah orang terbahagia setelah apa-apa yang menimpa dan menempa hati rapuhmu kemarin. Bukankah memang kepedihan itulah yang mempertegas betapa indah bahagiamu hari ini, betapa kuat kau mengucap syukur hari ini, betapa elegannya takdir yang menari-nari di hadapanmu kini, iyyah kan, bukan begitu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar