Jangan tanya apa yang terjadi di sini jika siang-siang. Cuacanya ekstrim gays. Alhamdulillah panas, kalau gak kipasan, banjir keringatlah. Punya mimpi bakalan tidur nyenyak sih, masih bisa, kalau ukuran saya yang nempel di bantal melayang sudah hehe. Yah, karena siang tadi benar-benar panas alhamdulillah lagi yah. Dan saya tidak kebagian angin dari kipas ukuran sedang, jadi saya memilih menonton film saja. Menikmati hidup.
Crazy Rich Asians. Filmnya sudah lama rilis, termasuk yang punya rating hight juga. Tapi sebagai pecinta film family romance, menurut saya sih biasa-biasa saja. 🤗🤗
Nick adalah pria tiongkok yang memiliki saham di mana-mana. Keturunan orang tajir pake banget. Kalau ditaksir hampir sebagian besar bisnis di cina adalah milik keluarganya. Hotel, maskapai penerbangan service VVIP, bungalow, travel dll dsb.
Ada satu kesalahan yang dilakukan Nick. Dia bertemu dengan seorang wanita di New York, Rachel namanya, keturunan tionghoa juga sih dan dia jatuh cinta padanya. Nick tidak menjelaskan asal usul keluarganya dengan gamblang kepada Rachel sebelumnya. Yah, sesederhana itu kesalahannya.
Hingga suatu hari ketika mereka sudah memiliki cinta yang dalam satu sama lain. Nick mengajak Rachel bertemu keluarganya di Singapura. Sekalian menghadiri pernikahan sahabat Nick. Salah satu pernikahan terwah, terglamor dan orang-orang yang diundang di sana hanya orang-orang kalangan atas.
Skip skip skip yah. Panjang kalau mau direview di sini mah. Pegel ntar jempol saya. Singkat ceritalah. Akhirnya Rachel bertemu dengan keluarga besar Nick yang saat itu juga tengah melakukan party (semacam pertemuan keluargalah) tapi yahh, sekali lagi glamor.
Beruntung Rachel memiliki seorang teman yang membantunya fitting baju, make up segala macamnya. Membuatnya tidak malu-malu amat hadir di party itu.
Ini tidak beda jauh dengan roman picisan ala ala romeo and julietlah. Yang ternyata mencintai orang tajir tidak mudah dan bikin rempong. Meski Rachel adalah seorang profesor di New York dan mengajar di kampus ternama. Itu belum cukup untuk diterima dengan baik oleh kekuarga Nick terutama oleh ibunya.
Mana lagi komentar netijen dengan segala kemaha benarannya. Di dunia dengan tingkat penyebaran info dengan sangat cepat, maka berakhirlah Rachel dengan banyak cap negatif. Bahkan dibully ketika menghadiri party lanjang teman Nick yang mau merid itu. Ah, ribet ey.
Ada satu kisah yang menarik dari film ini. Menurut saya. Aduh saya lupa namanya, kakaknya Nick yang cewek. Ah, dia memiliki suami, anak-anak yang lucu dan kekayaan yang melimpah, tentunya. Tapi ternyata itu belum bisa membuatnya bahagia dan ujung-ujungnya dia mengetahui kalau suaminya selingkuh. Demi apa? Suaminya merasa tidak dihargai, secara dia dari golongan biasa-biasa saja. Dan dia mengetahui bahwa istrinya kalau belanja yang mahal-mahal pasti diumpetin di mana-mana. Di lemari lemari kecil di dapur, di laci-laci yang gak bakalan ditemukan suaminya.
Ini yang membuat suaminya tersinggung. Eh, gimana yah jelasinnya. Pokoknya harga dirinya merasa gimana gituh, kenapa istrinya harus sembunyi-sembunyi segala macam kalau shopping sesuatu yang mewah-mewah.
Dan ternyata, niat istrinya baik loh. Buat menjaga harga diri si suami. Tapi yah, sudah dicurigai duluan jadinya mereka broke. Uh sakit. Tapi si cewek akhirnya bisa jadi dirinya sendiri. Akhirnya bisa make perhiasan senilai milyaran milyaran itu tanpa takut harga diri suaminya terlukai. Yah, terlukailah, itu uang istrinya dipake beli. Bukan uang dari dia. Gengsilah yau. Kira-kira begitu. Hah.
Gak ada yang salah dengan menjadi kaya, tapi yang salah kalau sudah menjadi gila karena kaya. Dan orang di sekitarnya menjadi gila karena kegilaan kekayaannya. Lama-lama orang gila ini jadi oranf kaya. Ngelanturrrrr, maap.
Hiii, ngeri review saya sampai sepanjang ini. Yang baca pasti orang kuat. Dan maaf kalau ada yang gak sesuai. Nonton film yang sama dengan penilaian yang beda, hal yang lumrah kan?
Kalau masih mau lanjut baca silahkan, gag mau juga gak apa-apa. Poin penting buat diri saya sih sehabis ini.
Jadi semalam itu kembali saya meet bareng mbak mbak solihah 3M. Kenapa 3M? Sederhana sih. Nama mereka dimulai huruf M dan masih single single, cantik lagi, awalnya saya merasa heran napa mereka masih betah menjomblo yah? Dan setelah lama suka nongkrong bareng mereka dan mengetahui seluk beluk kehidupan mereka. Jadinya saya faham alasannya. Ini kayaknya nanti mau saya tulis deh dengan judul "Alasan cewek-cewek belum merid". Maafkan mbak mbakku 😉😝
Setiap ketemu mereka pasti ada saja oleh-oleh cerita, motivasi, inspirasi, macam-macamlah. Dan semalam sepertinya pembahasannya tidak jauh dari crazy rich dan crazy poor seperti review di atas.
Dan kubah mesjid sepertinya selalu menjadi saksi ngalor ngidul kami. Karena kita kalau habis sholat di masjid bawaannya mau cerita apa aja sampai malam.
Ada kisah seorang 'pemulunglah' mungkin istilahnya. Mbak M1 (sebut saja begitu dulu yah) baru beberapa hari yang lalu dari samarinda menghadiri wisuda adik perempuannya. Mbak M1 ini orangnya lembut, suaranya halus betul, kentara banget melankolis.
Jadi, kalau dia keluar buang sampah sama adiknya, dia melihat bapak bapak pemulung yang ngorek-ngorek sampah. Mbak M1 ini sama adiknya tidak tahan sampai mewek-mewekan melihatnya sampai dibilangi ibu kos "Loh, pergi buang sampah aja pulang-pulang nangis?"
Karena hari itu Mbak M1 dan adiknya beberes kamar kos karena sudah mau pulkam sekalian, jadi setiap buang sampahnya di depan, bapak-bapaknya pada sumringah kalau dapat barang bekas yang masih layak pakai. Ada sendal sebelah putus, si bapaknya bilang "masih bisa dijahit" dapat yang lain lagi "masih bisa dibawa pulang"
Dan akhirnya mbak M1 ini mengumpulkan semua boneka bonekanya dari jaman kuliah kuliahnya dulu untuk dikasih bapak bapaknya. Dan amat sangat bersyukur bahagia bapak-bapaknya terima. Soalnya ada anak perempuannya di rumah. YaaAllah. Kalau kita mah pasti mikirnya itu barang lama, barang bekas juga. Tapi bagi si bapak, hal luar biasa yang bisa dia bawa pulang untuk putri tercintanya. Cerita mbak M1 lebih sendu sih sebenarnya. Dia cerita sampai berderai-derai dan bikin ikutan mau mewek, tapi ditahan-tahan. 😭😭😭 Masalahnya hari itu bapaknya masih menunggui mbak M1 beberes sampai jam 1 malam dan berharap masih ada yang bisa dia bawa pulang. Akhirnya mbak M1 ini terpaksa bilang sama bapaknya "Pak, ini barang terakhir yang kami punya. Gag apa-apa kalau bapaknya mau pulang." YaaAllah, gag kebayang kalau ada di posisi itu.
Terus ada kisah seorang wanita, pekerjaan keren, gaji 30 jeti sebulan, golongan 4, pertamina gays. Belum honor kalau dinas, dapat belasan sampai puluhan jeti. MaasyaaAllah gaji sebulan kayak gaji guru honorer ditabung bisa sampai 2-3 tahun. Dia temannya mbak M2 (sebut saja sebgitu). Mereka pernah serumah berdua jadi tahu banyaklah. Data akurat nih.
Apa gaji segede itu sudah bikin dia puas? Jawabannya NEHI. Selain itu, dia punya lahan sawit, lahan nanas, usaha ini itu. Sampai masih berharap mau punya ini lagi, ini lagi, ini lagi.
Dan keinginannya yang bikin kita melongo adalah dia pengen punya suami, gaji di atas gajinya yang 30 jeti itu. Demi apa? Dia berharap suaminya kelak bisa kuliahin adiknya.
"Mbak M2, emang 30 juta itu gag cukup biayain kuliah adiknya?" kalau menurut pikiran sederhana kita nih yah, pasti yah bisa, lebih malah. But why? Entahlah, cuma dia yang tahu dan kita wajib berprasangka baik. Dan akhirnya suatu hari mbak M2 bertanya karena penasaran.
"Emang adiknya mau kuliah dimana mbak?"
"Aku mau adikku kuliah di luar negeri ambil jurusan musik."
Sumvah, sudah yah, otak sederhana kita gag bakalan sampai. Yah sih, dia hidup di keluarga yang berpenghasilan fantastis, elastis, atlantis. Bapaknya kerja di cevron, gajinya lebih gila dari temannya mbak M2 ini. Punya usaha golf segala. Kalau mau haji kapan aja bisa. Haji plus malah yah.
Gays... Kepuasan hidup ternyata terletak pada rasa "cukup". Qona'ah yah. Kalau kita bandingkan sama bapak-bapak pemulung. Timbang bener kan hidup mereka. Tapi tingkat kepuasan hidup, tingkat kecukupan, si bapak pemulung masih juarak.
Saya pernah membaca "Jika qona'ah sudah dicabut dari hati, maka hidup tidak akan kita nikmati"
Qona'ah itu berbanding lurus sama syukur. Makin banyak syukur kita, makin qona'ah kita. Makin gag bersyukur, hidup kita tidak akan kita rasa ada cukup cukupnya walau saldo di rekening bengkak sebengkak bengkaknya.
Seberapapun yang kamu dapat. Sekecil apapun menurut penilaian manusia, tapi jika itu kau syukuri dan kau merasa sangat cukup dengan itu. Hidupmu, yakin deh, HAPPY. Bismillah, semua akan terasa indah saja.
Jangan sampai kita kufur nikmat yah. NGERI. HOROR pokonya mah.
Ada seorang penulis ternama suatu hari menjadi pemateri di sebuah seminar, dia berkata "Bahkan satu nafas kita, sehirup saja, sudah cukup membuat kita memuji kebesaran Tuhan"
r.i.a